<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517</id><updated>2012-02-07T17:41:51.156+07:00</updated><category term='L&apos;Arc~en~Ciel'/><category term='omong kosong'/><category term='36 Crazyfists'/><category term='No Consequence'/><category term='System of a Down'/><category term='Arctic Monkeys'/><category term='Music'/><category term='J Music'/><category term='At The Drive-In'/><category term='Aborted'/><category term='Anathema'/><category term='No Knife'/><category term='9mm Parabellum Bullet'/><category term='The Morning After'/><category term='Fact'/><category term='sleepy. ab'/><category term='Lillies and Remains'/><category term='Belvedere'/><category term='Killswitch Engage'/><category term='Closure in Moscow'/><category term='Quicksand'/><category term='Heathen'/><category term='The Black Heart Procession'/><category term='Nevermore'/><category term='Gambar-gambar'/><category term='Mastodon'/><category term='Sigh'/><category term='Rin Toshite Shigure'/><title type='text'>6 6 6</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-7682941752340004537</id><published>2012-02-07T16:34:00.005+07:00</published><updated>2012-02-07T17:41:51.175+07:00</updated><title type='text'>Pawang Idola dan Bajingan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Februari 7, 2012&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Suatu hari, seseorang dengan cambuk datang kepadaku. Sado, ya, hobinya menertawakan orang. Apalagi tidak lagi bernyawa. Tidak perlu adimanusia untuk bisa mengira- tidak, pikiranku datang darinya, ia berikan sensasi dan imaji horor itu lewat udara, cahaya, dan suara. Yang mati, kurasa dilecut sampai sel darah putihnya memerah-atau menghitam- darah berdarah. Yang masih beruntung, tak kurang besar bengkaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Kali ini ia panaskan tubuhku, dengan endapan setiap yang kusebut bajingan- preman, koruptor, munafik, konspirator, sampah, parasit- yang pernah mencabut nyawa banyak orang di belahan dunia manapun. Ia tarik ujung rambutku, satu per satu, ia dekatkan dengan agen gerah-gigil- si bajingan- yang begitu asam sampai batu ginjalku melapuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Sulit ditebak bagaimana ia akan menelantarkan kita masuk ke dunianya, sebuah bilik cinta yang berisi ranjang. "Silahkan berbaring", katanya, sambil menyiapkan cambuk berduri, pelat besi bergerigi, dan cakar metal tujuh rupa. Waktu terasa begitu lambat saat rusuk-rusuk nyeri ditempa, kulit-kulit digesek lepuh, dan mata yang terus-terusan dijebak melek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Mati rasanya seperti mendapatkan hati gadis impianmu di masa SMA. Siapa yang tahan dengan cobaan ini, dan Buddha bisa menahan berkali-kali lipat yang seperti ini? Tidak bisa kubayangkan, ingin sekali kuhancurkan dinding merah pembiak kesengsaraan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Layak preman, orang kampung tidak bermoral, ia main pukul. Jika kita menurut, niscaya ia ringankan, mungkin ia ganti alatnya dengan jarum jahit. Kalau berontak, masih dengan jarum jahit, tapi ia tidak akan tusuk lepas saja. Ia akan menyatukanmu dengan ranjang. Lalu ia tidur di atasmu, tertawa riang seperti Amerika saat mereka menghadiahkan orang-orang sipit bom nuklir dan hujan peluru mortir. Si pemberi hadiah menghadiahkan diri mereka sendiri dengan menghadiahkan orang lain hutang, tapi sebenarnya ia ambil kembali hadiahnya, hutangnya tetap. Ia katakan juga, "Tunduk!" Pawang, ya kau?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Dalam keadaan kepala dikompres helm yang semakin menyusut, sakit berhari-hari atau jenuh menyadarkanku akan keberadaan lain. Ia kusebut pawang idola, sementara karena ia adalah idola bagi massa &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;. Tidak jarang juga sih, aku datang kepadanya untuk melihat atraksinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Terbiasa menjadi bintang, diam-diam ia berkeliaran, tanpa sepengetahuan orang ia tunjukkan kepiawaiannya. Pawang cerdas yang tahu bagaimana caranya menyenangkan orang. Sayangnya kali ini ia hilang, atau aku tidak bisa mencarinya, atau aku mencarinya tapi tidak kunjung bertemu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Aku, yang masih menjadi hewan sirkus dan melompat saat diperintah, tidak menemukannya di saat aku membutuhkannya. Aku ingin diperintah olehnya, diambil alih dari pawang jahanam!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Dengannya aku melompat jauh ke masa depan, di mana rasa sakit tidak sah, tidak saat aku melompat, karena aku sedang melompat, bukan sedang sakit. Untuk saat seperti inilah, manusia tidak lagi merasakan masa sekarang seperti biasanya, karena masa lalu sudah berlalu dan masa depan adalah ruang kedatangan dari lorong yang orang tidak tahu apa, sebuah nihil waktu, meski pada dasarnya waktu tidak pernah benar kita pegang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Raib, pawang idola ini, dan bagiku yang sudah direkat, dipotong, dan dijahit akan mengalami rasa sakit yang lebih sakit dari sakit. Tidak menemukan pawang idola membuatku terus saja kembali pada sadistis pawang bajingan. Sakit, mencari, tidak ada, dan kembali sakit, terus seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Seperti masuk jurang, tapi tanpa ujung. Pada awalnya, aku merasa takut mati karena akan jatuh dan otakku segera berceceran menghirup udara segar untuk sekian lamanya. Namun, menyadari ujung dari jurang adalah titik awal dari jatuh bebas kembali, untuk kemudian takut lagi, bersamaan itu ada perasaan tidak biasa yang sering kulihat saat berjalan di trotoar dan jembatan Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Kita interpretasi putus asa. Tapi sebenarnya nihil, hampa, sebuah pintu setelahnya tanpa jalan keluar. Mau kemana jika bertemu itu, sampai ke situ? Setelah itu adalah itu, tidak bisa ke mana-mana lagi, dan itu pun bukan apa-apa. Bukan sesuatu. Itu bukan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Karena itulah aku sekarang belajar menghindari dan membiarkan secara alami keduanya, si bajingan dan idola. Tidak usah dicari atau berhenti saja mencari, kalau memang tidak ada. Spontan berontak saja saat bajingan menumbuhkan nanah padamu, dan menurut jinak kalau butuh nafas sejenak. Lama kelamaan, hidup ini bagiku tak lagi duniawi, tapi juga tak lagi seperti biasanya. Terlalu turut pada idola pun akan melenakanmu, lemah seperti kukang, dan tunduk saja hanya akan menjadi kerbau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Rasa sakit dan itu yang merupakan bukan sesuatu, tidak akan lagi kurasakan jika kedua pawang kujadikan atraksi sampingan, pemain cadangan, figuran. Aku, manusia, adalah tokoh utama yang sanggup menanggung beban seperti unta, namun berwujud singa liar, dan berhati seperti anak kecil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-7682941752340004537?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/7682941752340004537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2012/02/pawang-idola-dan-bajingan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/7682941752340004537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/7682941752340004537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2012/02/pawang-idola-dan-bajingan.html' title='Pawang Idola dan Bajingan'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-2625392102972142037</id><published>2011-10-05T20:26:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T20:27:00.360+07:00</updated><title type='text'>bangkit dari kebodohan</title><content type='html'>sudah saatnya. mari torehkan bekas dengan taring yang selama ini dikungkung stigma. kaburnya makna karena kaburnya kata bukanlah cara yang jujur, melainkan konform pada popularitas. mari katakan kebenaran meski pahit. kami bukan anjing pungutan. kami bukan tanpa taring. realita kami tidak berjejak trauma meski sarat banal. akan kami tunjukkan taring kami yang mampu menusuk dalamnya samudra kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-2625392102972142037?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/2625392102972142037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/10/bangkit-dari-kebodohan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2625392102972142037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2625392102972142037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/10/bangkit-dari-kebodohan.html' title='bangkit dari kebodohan'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-4268332356915063234</id><published>2011-09-29T17:56:00.005+07:00</published><updated>2011-09-29T18:55:15.123+07:00</updated><title type='text'>Review Musik</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;RADIOHEAD - KID A (2000)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://cdn-u.kaskus.us/59/om6myttf.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;tracklist&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. "Everything in Its Right Place" – 4:11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. "Kid A" – 4:44&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. "The National Anthem" – 5:51&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. "How to Disappear Completely" – 5:56&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. "Treefingers" – 3:42&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. "Optimistic" – 5:15&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7. "In Limbo" – 3:31&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;8. "Idioteque" – 5:09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;9. "Morning Bell" – 4:35&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;10. "Motion Picture Soundtrack" – 6:59&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kali ini saya mau me-review album Kid A dari Radiohead. Kenapa album ini? Jujur saja, kalau saya depresi, biasanya saya makin depresi karena mendengar album ini. Tapi setelahnya mood saya membaik karena lagu terakhir yang seakan memberikan cahaya yang optimis, bukan penuh harap, untuk kembali baik-baik saja. Sebelum masuk ke review, anda semua tentu tahu Radiohead bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Radiohead adalah band dari Abingdon, England, dan sudah aktif menjadi band sejak 1985. Thom Yorke adalah vokalisnya, Ed O'Brien dan Jonny Greenwood adalah gitarisnya, Colin Greenwood memainkan gitar bas, dan Phil Selway di bagian drum. Radiohead memainkan musik di genre alternatif. Jujur lagi, saya orang yang baru benar-benar membuka lanskap pikiran saya dengan menerima musik semacam ini. Semacam apa? Bukankah Radiohead terkenal dengan single "Creep"? Lalu, kenapa baru menerima, semua orang sih juga sudah paham lagu ini. Ariel Peterpan pun tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi, jika anda penggemar Radiohead, sudah pasti tahu bagaimana musik-musik Radiohead sepanjang rilis albumnya. Lagu "Creep" sepertinya memang dikenal dibanyak generasi, saya menemukannya di laptop ayah saya, dan saya pun, yang saat lagu itu keluar masih menyusu ibu, pernah mendengar di suatu tempat, mungkin di chart MTV atau permintaaan request di stasiun radio saat duduk di sekolah dasar. Agan-agan tahu betapa depresinya lirik chorus lagu itu, menghina diri sendiri atas inkompetensi untuk bersama orang lain, dan harus menjadi sempurna di mana sangat sulit. Dan lagu itu sangat populer, berhasil membawa Radiohead ke permukaan yang lebih tinggi sejak saat itu. Radiohead lalu merilis album keduanya, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;The Bends&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, dan sedikit banyak mengubah gaya musiknya, di mana banyak sekali iringan gitar akustik dan falsetto Thom Yorke yang masih sangat terasa pengaruhnya pada penyanyi-penyanyi pop 2000-an ke atas dengan gaya yang sama. Album ketiga, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;OK Computer&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, mengubah segalanya pada permusikan indie maupun mainstream. Struktur lagu di album itu kebanyakan tidak lagi seperti mainstream, dan lebih fokus pada aspek dramatis, klimaks yang diciptakan dari atmosfir-atmosfir yang dibentuk melalui permainan yang, katakanlah lebih depresif daripada sebelumnya. Thom Yorke tidak terdengar begitu senang saat menyanyi, meski gitar listrik kembali berperan, tapi mulai ditambah elemen-elemen yang nantinya akan jadi eksplorasi dari Radiohead. Jadi, kembali ke pertanyaannya, seperti apakah musik Radiohead pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kid A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tidak akan percaya bahwa ini band yang sama, tetapi sekaligus dapat dimaklumi karena bagaimanapun juga, seperti inilah Radiohead. Elemen elektronik yang pada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;OK Computer&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; kurang lebih sebagai pemanis, sekarang begitu dominan di album ini. "Everything In Its Right Place" memulai album dengan iringan (mungkin) synthesizer, komputer dalam suara seperti piano, dan langsung distorsi suara olahan programming mengisi lagu. Lagu ini mewakili apa yang akan kita dengar selanjutnya, olahan-olahan elektronik yang pada umumnya sangat mustahil ini langkah yang diambil oleh sebuah band rock.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Elektronik macam apa? Ada yang membuat macam lagu disko koplo, yang murahan, yang bass-nya berlebihan dan begitu banyak melodi cempreng yang sepertinya dipakai di semua musik remix. Kalau anda sering naik angkot yang menyetel lagu remix, tentulah mengerti. Yang lain seperti goodnight electric, yang mengembangkan beat cepat, plus nuansa new wave dan melodi yang terdengar playful. Yang lain lagi, mengembangkan lagu yang memang untuk keperluan klub malam, house music, bass kencang, dan penuh suara yang dijamin untuk membuat melek sampai pagi, meski kadang terlalu ribut dan kebanyakan suara yang tidak perlu. Nah, Radiohead, bermain pada fondasi beat-beat yang sederhana, tapi dengan melodi yang tidak terlalu bermain melodi, melainkan penekanan pada ritme yang teratur untuk beberapa bar sebelum memvariasikannya dengan bentuk melodi yang lain, tetapi tetap sebagai ritme saja. Lagu-lagu lalu ditambah suara-suara programming yang lain, baik itu suara padang salju, desir angin, ruang lab teknologi, reruntuhan, atmosfir sebuah horizon yang mencekam, distorsi vokal Thom Yorke pada liriknya, atau bahkan biola dan brass. Tidak percaya? Yah, saya juga tidak terlalu optimis apakah perpaduan yang cocok. But Radiohead can do it.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"Kid A", beat-nya lebih mirip drum asli, dan di lagu ini lebih hilang lagi pikiran saya. Saya tidak merasa sesuatu tertentu, tetapi lagu ini macam hipnotis dari sebuah dataran pasca perang dunia ketiga, dan membuat saya merasa seperti robot. Duduk di depan padang kehancuran kota yang sepi, yang penuh dengan teknologi canggih, namun hanya suara-suara program komputer yang ada, berikut kecoak yang mungkin selamat dari serangan nuklir. Benar, saya tidak merasa sesuatu karena, lagu ini menghipnotis saya menjadi robot. Plus, vokal Thom Yorke pun full programming seperti robot, dan yah, apa lagi yang bisa dikatakan. Coba saja resapi, dan mungkin apa yang dilakukan Radiohead sangat susah diterima pada awalnya, meski nanti kamu akan sadar bahwa Radiohead benar. Orang bilang album ini cukup susah bagi pendengar awam, dan kenyatannya album ini tidak sekompleks death metal atau seringan band melayu. Radiohead hanya penuh ide, pikiran, dan mereka gunakan otak mereka untuk memilih musik apa yang cocok dimainkan saat bagian ini, bagian itu, ditambah apa, akhirnya bagaimana, dan jadilah album yang tidak kompleks-kompleks amat. Sangat sederhana. Tidak ada fill-in drum di akhir bar keempat atau kedelapan, atau solo gitar yang kemana-mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sepertinya saya harus menjelaskan aura, atau bagaimana feel album ini. Kabarnya, cukup membuat orang terhipnotis, dibawa menuju dunia setelah nuklir selesai tertawa, di mana manusia langka, dan robot dan klon berjalan di atas bumi. Genre elektronik yang dipilih Radiohead adalah macam Autechre, Aphex Twin, yang permainan elektroniknya berkisar pada pemvisualisasian sebuah suasana, yang kurang lebih gelap, tidak menyenangkan, robotik, dan seputar emosi negatif dalam taraf yang sangat minimalis. Ditambah dengan lirik yang kurang bisa ditafsir bagaimana, dan juga sedikit, seakan-akan memang vokal hanyalah salah satu instrumen penunjang saja. Permainan vokal Thom pun sangat terarah pada penciptaan lagu yang tampaknya, begitu menderita sekali saat ia menyanyikannya. Ada kekacauan, kekosongan, dan ketakutan di bagaimana Thom menyanyi, seperti perasaan tersebut harus segera diutarakan atau dipropagandakan. Namun, kadang ia menyanyi seakan yakin sekali mengenai perasaannya. Sangat cocok dengan aura album yang mengisyaratkan kemungkinan di masa depan. Jadi, fokus utama album ini adalah ritme yang menarik ulur pikiranmu, sesekali memperlihatkan kita dunia robotik post-apokaliptik yang kosong, tapi juga sesekali mengembalikan kita dalam perasaan bagaimana dunia ini sama sekali tidak ada isinya, bahkan perasaanmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"The National Anthem" kembali menghantam kita dengan permainan bas yang organik, terus dengan nada yang sama sampai lagu selesai, juga permainan drum yang hanya memainkan pola yang sama. Kalau tidak di hi-hat ya, di ride cymbal. Bagian elektroniknya di sini muncul pada setiap detik dan kemudian menghilang, lalu Thom Yorke menyanyi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Everyone,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Everyone around here&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Everyone is so near&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;What's going on?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sangat asing. Saya bahkan tidak ingin tahu apa maksud dari kalimat itu, seakan mencoba memaksa kita untuk terus merasa seperti di lirik itu saat mendengarkan, tidak tahu apa-apa, tidak ada apa apa di sekitar kita, tetapi semuanya ada di sekitar kita. Ini antara ketakutan dan kekosongan. Lagu ini lalu lanjut diisikan instrumen brass, yang tampaknya memiliki dua atau tiga bagian grup untuk memainkan musik yang berbeda-beda. Hasilnya? Lagu ini sangat chaos, tetapi tetap sederhana. Nah, perpindahan mood yang sangat licin ini sangat jenius. Dari suasana iklim yang dingin menuju kepala yang migrain, atau komputer yang terus menerus mengalami error.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untunglah, masih ada vokal Thom Yorke yang tanpa programming, gitar akustik maupun listrik, membuat album ini masih 'manusia'. Biola di lagu "How to Disappear Completely" membuat lagu ini lebih depresif, dengan bagian yang sesekali mengernyitkan dahi karena begitu seram, juga Thom Yorke menyanyi seperti biasanya, verse-chorus-verse-chorus. Di mana lagu lain membuatmu kosong, lagu inilah yang mengembalikanmu dari kekosongan sebentar untuk sedikit introspeksi. Masih mau lanjut dengar album ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-ilrE9eRe824/ToRaQ5_9_wI/AAAAAAAAALg/q8U7Of8fEwE/s320/radiohead.jpg" /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;i style="font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kid A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; lanjut dengan "Optimistic" yang agak anthemic dengan ritme gitar listrik dan drum asli, dan "In Limbo" yang meneruskannya pada bagian yang membingungkan, dan menyesatkan. Benar, jika hanya mendengar sambil lalu, sangat sulit untuk menerka sedang di bagian mana lagu berjalan, apakah intro, tengah-tengah, ataupun akhir di semua lagu. Instrumen yang sederhana membuat kita mudah tersesat, dan putus di tengah, tetapi ini bukan kelemahan album ini, justru sangat menarik, karena kita jadi ingin mengetahui bagaimana di bagian selanjutnya Radiohead menarik kita kembali. Dan di "In Limbo" petikan gitar dan vokal Thom-lah yang membuat orang hilang arah, begitu mengaburkan pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;Yah, tidak melulu dalam suasana yang mencekam karena tempo lambat dan sedang, karena di "Idioteque", Radiohead memainkan b&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;eat yang lebih house dan upbeat, namun tetap pada melodi yang suram. Yang luar biasa adalah di menit ke 01:52, saat hanya ada beat drum dan perkusi elektronik, dan Thom menyanyi di atasnya, lagu ini terdengar begitu desperate, tapi sempurna untuk tripping. Kalau anda mau geleng-geleng kepala, di momen inilah anda bisa. Sungguh aneh, padahal bagian melodi dan ritme yang mengikuti begitu suram tetapi beat-nya, mampu berkata lain soal kemampuan Radiohead dalam mengolah lagu elektronik. Orisinil dan catchy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Time signature "Morning Bell" 10/8, dan di banyak lagu Radiohead sering kali memasukkan time signature yang aneh, dan hal ini juga berkontribusi untuk menyesatkan arah pendengar, juga membuat lagu yang sederhana menjadi cukup 'intelek'. Struktur yang tidak biasa seperti inilah yang menjadi kekuatan Radiohead dalam orisinalitasnya, juga apabila anda mendengar lagu "Motion Picture Soundtrack", yang tampak kurang beat konkrit, sangat sulit menerka bagaimana strukturnya karena time signature-nya tidak jelas, atau bahkan fondasinya bukan pada beat, melainkan pada vokal. Ini kan sedikit nyeleneh dari teori musik, tetapi seandainya jadi lagu juga, tidak masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ada sedikit paradoks di review saya? Benar, saya katakan instrumen-instrumen mereka bermain dengan tidak terlalu kompleks, namun jika anda hanyut, sangat sulit untuk menebak arah anda kembali. Bukan maksud juga untuk mengatakan bahwa album ini bertujuan untuk menyesatkan pendengar dalam kekosongan dan ketakutan, namun lebih kepada introspeksi di mana saat kita tersesat itulah, kita harus melihat kembali pada diri kita, di mana arah yang disebutkan itu. Musiknya mungkin membuat kehilangan arah, tapi justru karena itu kita tahu kita kehilangan arah, dan kita bisa melihat dengan jelas harus bagaimana. Ini bukan musik yang tidak bisa dinikmati, bahkan sangat jelas apa yang ingin diutarakannya. Dalam artian dan cara tertentu, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: medium; "&gt;Kid A &lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sungguh memikat, dan sama sekali tidak menjauhkan Radiohead dari band yang populer. Album ini tidak sulit untuk didengar, pastikan saja punya waktu untuk mencermati feel-nya sampai tuntas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Terakhir, saya katakan album ini punya pengaruh yang besar untuk hidup saya. Jika anda lebih ingin terhanyut, setel ini di malam hari, saat anda sakit, saat anda tidak punya siapa-siapa, dan album ini siap sekali menyertai anda. Bukan berarti orang yang periang tidak akan bisa menikmati album ini. Album ini harus didengar karena, kapan lagi anda akan merasakan suasana sehabis serangan nuklir, dingin, kosong, dan kacaunya dunia yang hanya tinggal puing-puing. Umur manusia cuma sebentar saya ingatkan, jika anda berencana untuk dapat hidup menyaksikan perang dunia ketiga dan setelahnya. Sampai kapan lagi juga anda terus mendengarkan musik mainstream yang membosankan dan menipu dengan konsumerismenya? Dengarkan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: medium; "&gt;Kid A&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;, biarkan yang alami ada, tanpa hasrat hedonistik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;my track pick:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;i&gt;Everything In Its Right Place&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;i&gt;Kid A&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;i&gt;The National Anthem&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;i&gt;How to Disappear Completely&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;i&gt;Idioteque&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;RATING= 5/5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-4268332356915063234?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/4268332356915063234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/radiohead-kid-2000-tracklist-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/4268332356915063234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/4268332356915063234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/radiohead-kid-2000-tracklist-1.html' title='Review Musik'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ilrE9eRe824/ToRaQ5_9_wI/AAAAAAAAALg/q8U7Of8fEwE/s72-c/radiohead.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-8502176231375297491</id><published>2011-09-29T17:50:00.004+07:00</published><updated>2011-09-29T18:53:27.143+07:00</updated><title type='text'>Review Musik</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span &gt;&lt;b&gt;Converge - Jane Doe (2001)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://cdn-u.kaskus.us/58/am4ss9pn.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;tracklist&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. "Concubine" 1:19&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. "Fault and Fracture" 3:05&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. "Distance and Meaning" 4:18&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. "Hell to Pay" 4:32&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. "Homewrecker" 3:51&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6. "The Broken Vow" 2:13&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7. "Bitter and Then Some" 1:28&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;8. "Heaven in Her Arms" 4:01&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;9. "Phoenix in Flight" 3:49&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;10. "Phoenix in Flames" 0:42&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;11. "Thaw" 4:30&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;12. "Jane Doe" 11:34&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Gn, ane mau share dan review aja band satu ini, apa ada yang pernah dengar? Dan maafkan review saya jika terlalu panjang, karena sebagai pengulas meski amatir, harus dengan jelas mengulas apa poin penting, pro dan cons dari album tertentu. Sayang, review-review musik di post sebelumnya masih kurang menjelaskan poin penting, seperti apa relevansinya dengan hidup kita, mengapa kita harus mendengar album ini, dan mengaitkannya dengan situasi permusikan saat ini. Oh ya, saya pakai skala 1-5, 1 terendah, 5 tertinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); " &gt;Converge adalah band asal Amerika, dan sudah aktif sejak tahun 1990-an. Band ini sekarang terdiri dari empat orang, Jacob Bannon sebagai vokalis, Kurt Ballou di gitar, Nate Newton memegang gitar bas, dan Ben Koller si penggebuk drum. Sampai sekarang telah mengeluarkan tujuh album dan termasuk band yang bisa anda bilang memiliki kharisma dan energi bagi pribadi anda masing-masing..&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;Nah, saya akan mencoba untuk me-review album ini secara personal dan objektif. Pertama, Converge pada awalnya sama sekali tidak saya sukai. Pertama kali saya dengar ketika saya kelas tiga SMA (sekarang kuliah tahun kedua), dan saya akui, saya benar-benar tidak bisa menerima musik macam ini. Belum bisa, lebih tepatnya. Saat itu saya mengalami depresi kebanyakan anak muda, dan mencari pelarian lewat musik-musik yang keras, aneh, dan baru. Saya penggemar laruku pada saat itu, dan saya mulai beralih dan enjoy mendengarkan metalcore yang lumayan modern, macam Killswitch Engage, As I Lay Dying, God Forbid, Unearth, Darkest Hour, tidak habisnya jika disebut. Saya lalu mengenal jenis metalcore yang lebih gahar, sangar, atau orang bilang deathcore, seperti Bring Me The Horizon, Asking Alexandria, Attack Attack, atau sekarang bisa anda cari di google Design The Skyline. Saya merasa band-band ini terlalu gahar, skill mereka apik, dieksekusi dengan presisi yang tepat, persis mesin, riff gitar yang cepat, dan double-beat drum yang mampu menghancurkan gendang telinga orang saat live. Di saat yang bersamaan, saya juga merasa iri jika laruku dibandingkan kekerenannya dengan BMTH, AA, atau apalah. Saya menjadi sensitif dengan musik deathcore yang naik pamor. Saya iri dengan musik-musik yang menjadi populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, karena umur dan sudah banyak mendengar banyak jenis musik, saya menjadi lebih mengerti Converge. Adalah salah jika penggemar musik keras tidak menyukai Converge, atau bahkan tidak tahu. Dengan influens hardcore punk dan metal yang digabung menjadi satu, Converge menciptakan sebuah masterpiece untuk metalcore, &lt;i&gt;Jane Doe&lt;/i&gt;. Saya mencoba membandingkan metalcore yang saya sebutkan di atas dengan album ini. Killswitch Engage tentu berinovasi dengan riff melodic death metal dan chorus-nya yang melodik. God Forbid punya penekanan lebih pada melodi gitarnya. Unearth dengan dual riff gitar ala Iron Maiden. Converge? "Homewrecker" punya tempo cepat ala hardcore punk, dan band-band di atas memilikinya. Tapi, band di atas tidak memiliki lagu seperti "Concubine", yang time signature-nya berubah-ubah, blast-beat cepat menyaingi grindcore, riff gitar yang chaos, dan teriakan Jacob yang sangat tidak bisa dicerna. Di sinilah pesona Converge, mereka tidak menekankan aspek melodi agar lebih diterima mainstream, atau lebih gahar berat agar dibilang brutal oleh anak anak gaul. Mereka mendorong teknik mereka menuju daerah yang belum diketahui oleh orang lain. Mereka bermain tidak dalam batasan, tapi eksplorasi kekacauan itu sekaligus terkontrol. Sebuah permainan teknik yang tidak dibuang sia-sia pada track pertama yang hanya berdurasi satu menit 19 detik. Tentu, ini bukan satu-satunya kelebihan Converge dalam mengefektifkan teknik pada lagu. Bahkan "Homewrecker" punya chorus yang lebih sederhana, lebih punk, tapi lebih asyik untuk berheadbang ria dibandingkan mathcore manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk feel keseluruhan, saya merasa diasingkan oleh Converge. Mereka tidak melumat atau membabatmu dengan rentetan double-beat drum dan riff death metal ala deathcore, tapi mereka akan melemparmu ke dunia yang tidak ada siapa-siapa yang kau kenal. "Fault and Fractures", yang diiringi fill-in drum Ben Koller yang fresh setiap detiknya dan mengakhirinya dengan jerit gitar yang pekik, berhasil dalam tujuan itu. Sesuai judul album, ini adalah anonimitas. Orisinil? Tentu. Sangat asing. "Hell to Pay", yang dimulai dengan petikan gitar yang misterius, membuka lagu menuju tempo yang sedang, dan Jacob yang kali ini seperti orang mabuk bernyanyi, tidak berteriak. Dari segi variasi, lagu yang bertempo sedang-lambat ini juga sama aliennya dengan lagu yang bertempo lebih cepat. Di "The Broken Vow" dan beberapa lagu, sering juga terdengar bagian lagu yang seperti anthem. You'll never know what you'll hear next. Yang jelas, meski memiliki tempo yang berbeda-beda, feel album ini tetap satu, fokus, dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempo yang berbeda-beda, sudah jelas jika song structure dari tiap lagu berbeda. Apalagi di dalam satu lagu. "Heaven in Her Arms" contohnya. Lagu ini terdiri dari intro-intro2-intro-verse-interlude-intro-verse-chorus-ekstensi chorus-chorus-ekstensi chorus, sebelum akhirnya masuk pada bagian yang mirip breakdown, tetapi sebenarnya adalah bridge menuju bagian lagu dengan tempo yang lebih lambat. Kau tidak akan menyangka bahwa ini dalam satu lagu yang sama. Bahkan dari awal, jika hanya mendengarkan saja, mustahil untuk menghafal song structure lagu Converge. Asyik, namun, tidak murahan. Berhenti mencoba untuk menghafal bagian lagu ini seperti mesin, dengarkan saja perpindahan antar bagian lagu yang sangat alami ini. Dan ini baru satu lagu, bisa kau bayangkan jeniusnya Converge. Tidak ada lagu filler. Awal sampai akhir adalah satu kesatuan yang benar-benar padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jane Doe" sendiri, adalah lagu penutup. Temponya lambat, gitarnya 'gelap' dan dominan sampai dua kali bagian awal lagu diulang ke menit ketujuh. Di menit seterusnya, Converge sedikit mereda dan mengeksplorasi tema yang mereka usung, dan terus perlahan menaikkan emosi mereka di menit sembilan. Terus naik mencapai klimaks sampai lagu ini selesai. Di lagu ini, saya sendiri merasa pada puncak keterasingan saya. Saya tidak punya pilihan selain mendengarkan album ini sampai akhir, meski saya belum begitu hafal, tapi saya mampu mengikuti tema ini. Kalau anda menonton film, anda pasti tentu tertarik karena juga oleh suatu hal dalam film tersebut dan anda tidak mungkin tahu bagaimana film itu berakhir. Sama halnya dengan album ini. Mau tidak mau, harus dirasakan pribadi, karena hanya secara pribadilah musik Converge ini begitu mengena. Tidak ada lagi kepura-puraan dalam hidup. Pesta pora dengan musik techno, dance-pop. Sedih karena ditinggal kekasih. Dangkal dalam menangani konsep yang sesungguhnya. Tidak. &lt;i&gt;Jane Doe&lt;/i&gt;begitu dekat dengan kita, karena jauh di lubuk hati kita, kita selalu merasa asing dengan sekitar kita. Siapa yang tahu kita ini diterima atau tidak di masyarakat? Apakah keluarga, pacar, atau sahabat benar-benar mengerti kita? Apakah yang membuatmu yakin kau punya teman di dunia ini? Tidak ada. Converge, menyentuh tema yang kita semua sebenarnya paham. Bahwa tidak ada yang sebenarnya benar-benar memahami kita. Mereka memahami hanya untuk dipahami. Tidak ada yang tulus. Di dunia macam ini, nantinya kau pasti akan ditinggal sendiri. Lalu kau tidak akan percaya, dan terheran-heran apakah ini dunia yang kau kenal. Di sinilah, keasingan itu ada. Sangat epik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-hqdNn38h-4Y/ToRbY6mqkhI/AAAAAAAAALo/qL2ngWrUSBY/s320/2319_Converge.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan saya pun akhirnya menjadikan ini salah satu album terbaik di hidup saya. Tidak pernah bosan berapa kali kau dengarkan. Tidak pernah bisa ditebak Converge akan melakukan apa berikutnya. Jauh sekali jika ingin membandingkan dengan, sebut saja band metalcore atau deathcore yang kau ketahui. Jelas ada di level yang berbeda. Tandingan Converge tentu hanya mereka yang memainkan perasaan dalam musik mereka, baik itu di genre pop, punk, techno, metal, dan sebagainya. Dan lagi, lirik mereka tidak garing dengan tema yang biasa-biasa saja. Metalcore yang benar, contoh Converge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, jika kau ingin merusak gendang telingamu, pastikan dengan album ini. Jangan dengan album deathcore, metalcore, ecek-ecek yang lain. Saya yakin album ini tidak hanya untuk mereka yang suka musik keras, saya pun tergolong penyuka musik yang lembut..Kenapa anda tidak? Yang anda butuhkan adalah sukma anda untuk merasa, dan menikmati album ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;my track pick:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Concubine&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Fault and Fractures&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Homewrecker&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;The Broken Vow&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Bitter and then Some&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; background-color: rgb(245, 245, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Heaven in Her Arms&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span &gt;RATING= 5/5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-8502176231375297491?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/8502176231375297491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/review-musik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/8502176231375297491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/8502176231375297491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/review-musik.html' title='Review Musik'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hqdNn38h-4Y/ToRbY6mqkhI/AAAAAAAAALo/qL2ngWrUSBY/s72-c/2319_Converge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-2810044830688935658</id><published>2011-09-03T22:51:00.003+07:00</published><updated>2011-09-03T22:57:26.107+07:00</updated><title type='text'>belajar haiku</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sehabis membeli buku "DANAU ANGSA: ANTOLOGI 500 HAIKU KOMUNITAS DANAU ANGSA", saya jadi tertarik untuk ikut membuat haiku. Saya baca, dan banyak karya yang menarik. Dari bertemakan alam, politik, sampai yang personal. Inilah hasil belajar singkat saya dalam haiku:&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;Kamar Kakakku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;caya menghitam&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;tebal, manusia bedah&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;dikurung senja&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;Noda Merah di Badan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;bertanah bercak&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;ganggu, kan kuperkosa&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;menunggu reda&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;Lagu A Cry For Love Oleh The Black Heart Procession&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;alunan biru&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;tulang disayat bungkam&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;oh! merdu perih&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;Menahan Pipis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;isikan daging&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;tetes ditahan akal&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;dingin dan pasti&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;Beli Buku Baru&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;pasangan buku&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;dihaus nafsu gebu&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;waktu sedikit&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;Belajar Haiku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;kursi dibasah&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;gali agama baru&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;enam kudapat&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-2810044830688935658?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/2810044830688935658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/belajar-haiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2810044830688935658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2810044830688935658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/belajar-haiku.html' title='belajar haiku'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-3072764344461354021</id><published>2011-09-03T22:42:00.005+07:00</published><updated>2011-09-03T22:50:30.602+07:00</updated><title type='text'>curahan hatiku untuk para hedon</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Tulisan ini kukerjakan pada 22 Agustus 2011, 17:08 PM di kediaman Ayahku di Kranggan, Bogor. Sungguh suasana yang kondusif untuk menulis dan berlibur.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;b&gt;Ecstatic Parade of Short-Term Culture&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Bland faces swallow the miniscule in the land of impersonator&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Take aim, and shake the foundation on morality&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Shame on the smile that was painted on the perpetrator&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Write it all, the essay of score-based brutality&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;While I do hope your eyes could draw out sincerity&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;And I do found out that your teeth spits hypocrisy&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Watch the mass, its growing within the vile grasp&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Cut the infected, but the aftermath’s nuclear wasp&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Release the fortune-telling of a synchronized jealousy&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Round up the wall, extract the med of animality&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Why do we hold the image so tight?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Its quite a fear effect, and the mass is lamb alright&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Cycle your tasteful way of appointing the silver by-product&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Save the bloodbite that you adjourned so light in the name of God&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;See those who get fired, shot enough for your approval&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;See, you’re only right cause you had bunch of copies, right?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Dim streets don’t squeal as brakeless pedal goes off the road&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Word of mouth reveals the rotten side of our vicinity&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;All you got is a constitution of imagery&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Why don’t you transmigrate to a nation suited for your CV&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Locate the mind who civilized to exist in pre-maturity&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Proof of wealth, significance of ceasing in revolution&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;One that abuses, self-destructs by responsibility&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Might as well shutting off the people’s vision of freedom&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;Self-constitution of mass-proclaimed truth&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;A pity excuse to live in a non-appreciating media&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-3072764344461354021?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/3072764344461354021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/curahan-hatiku-untuk-para-hedon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3072764344461354021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3072764344461354021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/09/curahan-hatiku-untuk-para-hedon.html' title='curahan hatiku untuk para hedon'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-1117968765658960755</id><published>2011-07-11T23:08:00.006+07:00</published><updated>2011-07-12T00:39:29.808+07:00</updated><title type='text'>"Semua akan baik-baik saja."</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Enggak. Enggak ada yang akan berjalan baik-baik saja. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua sudah jelas di mataku, inilah fase siklus kehidupan-ku. Fase di mana aku akan menjalani paling tidak neraka sekitar satu tahun atau lebih, jika kurang aku bersyukur. Aku sudah mengetahui pola ini dalam hidupku. Mungkin juga setiap orang berpola seperti ini, senang-sedih-senang-sedih. Tapi, sering kali fase sedih jauh lebih lama waktunya dibanding fase senang. Aku hanya bersenang-senang beberapa bulan, dan kemudian akan menderita sampai satu tahun berikutnya. Great. I should have seen this coming and prepare myself. No, none could have predicted when would it come. But then again, it sucks. What you are about to experience is guaranteed to scar you forever. Nice.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siklus senang pertamaku muncul saat SD, ketika Ayahku membelikanku PlayStation. Aku sama sekali tidak pernah berpikir apapun selain bermain game. Luar biasa. Aku bahkan memutuskan untuk berhenti ekstrakurikuler taekwondo hanya untuk bisa bermain PS di hari minggu. Semuanya terasa menyenangkan, ya, sebagai anak kecil, kamu tidak selalu akan memikirkan betapa beratnya hidup ini, sendirian. Masuk SMP, entah kenapa aku berubah menjadi orang yang pendiam, dan hal ini begitu berdampak padaku. Orang-orang mulai menyangka aku &lt;i&gt;cool&lt;/i&gt; atau apalah, padahal sebenarnya aku tidak punya daya kreatif inisiatif untuk berbicara. Sebut autis, akupun mengakuinya. Aku merasa tidak perlu menjawab pertanyaan guru dan hanya diam saja untuk setiap pertanyaan. Apa yang salah denganku? Akupun menyukai seseorang yang akhirnya ber-&lt;i&gt;ending&lt;/i&gt; buruk. Tentu, kapan sih hubungan masa-masa SMP bisa berjalan lama? Oh lupakan, lagipula, kami hanya dekat melalui SMS. Setelah itu, semua orang hanya mengejekku karena aku mudah diejek saat itu, dan kau tahu bagaimana kau membalasnya? Tangan besi. Aku menghajar setiap orang yang mengejekku, untuk kemudian mereka kembali mengejekku. Begitu indah dunia ini. Sudah jelas, aku tidak punya bakat apapun. Menggambar, bermusik, berpuisi, aw man, sucks. I really suck. Aku bahkan berpikir untuk menjadi preman yang menguasai Lampung, dan akan menghajar setiap orang yang berani melawanku. Pikiran macam apa ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akupun pindah ke Semarang saat SMA. Di mana aku mengalami kesulitan dengan pelajaran Bahasa Jawa, berikut mata pelajaran yang diperlukan untuk masuk kelas IPA. Aku masih agak pendiam, dan mulai ngoceh-ngoceh bercanda, tetapi tidak ada yang benar-benar serius menanggapiku. Oh god. I'm stupid. Aku sempat menjadi sutradara untuk proyek ekskul sinematografi yang akhirnya berhenti di tengah jalan karena sudah pembagian kelas sebelas. Teman-teman satu proyekku semua masuk IPA, dan aku masuk IPS. Ibuku terus melobby wali kelasku untuk memasukkanku ke IPA, tapi semua itu tidak berjalan dengan baik. Dengan semua cibiran orang yang mengatakan bahwa IPA lebih menjanjikan, blablabla dan sebagainya, boleh dibilang aku menciut seperti pengecut di medan perang. Aku berpikir akan menjalani hidup di tengah-tengah kelas preman, stereotip IPS. Enggak, rupanya di kelasku yang baru sungguh menyenangkan. Orang-orangnya tidak seperti yang kupikirkan. Mereka baik, penuh anak baik-baik dengan caranya sendiri. Aku terharu. Sampai-sampai aku mulai menyukai seorang gadis yang awalnya kami selalu bersama ke mana-mana. Bukan dalam hal pacaran, karena dia sudah punya pacar sebelumnya, tapi saat ia putus, entah kenapa godaan selalu membelokkan yang harusnya kulakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhasil, aku ditolak. Dan aku baru menyadari setelah ditolak, kalau tipe-tipe gadis sepertinya adalah hedon, yang dengan bangga aku sebut bajingan, brengsek, bedebah, keparat, dan pantas untuk mati untuk mengurangi asap rokok dan menambah GDP Indonesia. Karena merasa aku membenci gaya hidupnya, aku jadi membenci seluruh orang yang punya gaya hidup yang sama. Yup, siklus senang ada pada awal-awal aku mengetahui ada teman-teman yang luar biasa di sebelas IPS satu, dan siklus sedih mulai saat aku ditolak, dengan aku meratapi kepergiannya untuk satu tahun. Ya, satu tahun, aku terus berharap padanya selama satu tahun dan memang semuanya tidak akan kembali seperti sedia kala. Berhubungan dengan hal tersebut, aku dengan bangga mengucapkan, "FUCK YOU, AND YOUR HEDON."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siklus senang mulai terlihat saat aku kuliah di Jakarta. Kali ini, aku mendapat pacar pertamaku. A real one, generally speaking, de jure. Aku tidak bisa membayangkan betapa senangnya aku saat mengetahui ada orang yang bisa suka padaku. Ya, orang aneh, aku. Rambut aneh. Tingkah aneh, entah pendiam dan seperti orang gila. Bakat gak jelas apa, pelajaran kuliah pun gak hebat-hebat amat. Jadi, pertanyaannya adalah, apakah ini permainan Tuhan, kebetulan, atau memang aku memiliki sesuatu yang ia lihat? Bisa dijelaskan. Tahu-tahu aku masuk UKMa Teater yang aku sama sekali tidak punya bakat dan kemampuan. Tahu-tahu aku menjadi ketua di UKMa. Betapa seram jalan yang digariskan Tuhan untukku. Di sini aku mulai menyadari siklus sedihku. Aku akan menjalani serangkaian kompleksitas birokrasi, orang-orang yang haus dana dan bersiap menyingkirkan orang lain, dan aku harus memiliki kemampuan teater. Aku ketua, tapi sama sekali tidak pintar akting. Aku terpilih, itu karena kekurangan sumber daya manusia. Sebentar lagi, hidupku tidak akan tenang, karena semua ini akan menguras otakku sementara tidak ada yang bisa membantuku keluar, kecuali diriku sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benar, baru saja kami casting, dan aku tidak mendapatkan peran yang memang sama sekali lebih bersinar dibanding yang lain. Jadi, pertanyaannya, seberapa kuatkah UKMa ini ke depannya? Semuanya tergantung padaku, semuanya ada di kendaliku. Tanpa kusadari, beban yang ada di pundakku kurasa terlalu besar dan berat. Aku pun selalu pesimis apakah aku bisa melangsungkan UKMa ini, yang telah memberiku tempat untuk bernaung di Jakarta. Aku selalu khawatir, bahwa aku memang tidak kredibel, kompeten, dan tegas menjadi ketua. Skill komunikasiku buruk. Akting-ku buruk, dan sampai sekarang hanya berani berinisiatif membuat naskah yang, aku yakin, semua orang tidak akan menghargai dengan baik. Jadi, apa kontribusiku? Apa gunaku? Aku merasa aku pantas diganti oleh orang yang lebih besar pundaknya untuk menahan semua beban ini. Tapi, memang tidak akan seperti itu bukan? Kalau aku berhasil menjalani satu masa jabatan ini, kemungkinan aku akan membawa beberapa kehancuran pada UKMa ini. Namaku akan lebih dikenal sebagai orang yang tidak kompeten menjalani amanat. Jika aku diganti, itu lebih memalukan lagi. Aku dirasa lebih buruk untuk membawa UKMa lebih lanjut, dan aku akan dikenal sebagai orang yang bodoh. Benar saja, apapun yang kuusahakan semuanya berakhir buruk. Yeah, some leader I am.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kuprediksikan, inilah siklus sedihku. Semakin lama, semakin berat. Dari teman, pacar, dan sekarang organisasi. Sungguh luar biasa hidup yang aku alami. Kamu tahu aku bermimpi jadi apa sejak kecil? Aku ingin jadi ahli strategi di militer, tapi kemudian kusadari aku tidak terlalu kuat fisik. Aku ingin bermain drum, ingin bermain di sebuah band post-hardcore, dan aku sama sekali tidak punya drum maupun kemampuan mumpuni.  Aku ingin pacar, untung bisa saat kuliah..kalau tidak, aku pasti sudah gila sekarang. Post ini mungkin kujadikan suicide note-ku kalau aku tidak punya pacar. Kau tahu..sendirian, tidak pernah enak rasanya. Jangan pernah meninggalkan temanmu, seperti yang dilakukan teman cewek hedon-ku yang menjauhiku tiba-tiba. Bitch. Dan aku ingin memajukan teater, tapi terhambat sumber daya. Anggota kami sedikit, tetapi harapan senior-senior begitu tinggi, sampai kurang menyadari realita bahwa inilah siklus declining dari suatu usaha. Dan yang paling mengesalkan adalah, sampai satu tahun berjalan, kemampuan akting-ku benar-benar buruk. Ketua teater, tetapi tidak bisa akting, hohoho, apa yang akan orang bilang, UKMa ini pasti akan jadi bahan lelucon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku merasa..beban. Sungguh berat. Aku tidak tahu bagaimana berbagi beban ini. Apa bisa? Semuanya tampak menyerahkanku soal birokrasi dengan kampus dan macam-macam, padahal aku tidak benar-benar hebat dalam bernegosiasi. Aku ingin belajar terlebih dahulu. Paling tidak jika aku bisa berakting, itu akan save face, paling tidak UKMa ini hanya terkenal buruk karena kemampuan birokrasinya, bukan karena ketuanya yang tidak bisa akting. Oh Tuhan, aku tidak ingin membiarkan ini terjadi. Rasa takut mengendalikanku. Aku ingin latihan akting. Ingin bisa merasa dengan seksama. Ingin bisa mewujudkan dengan tepat. Aku merasa paling lemah, aku tidak mungkin bertahan lebih lama sampai jabatanku selesai. Aku harus bisa akting. Itu yang utama, dan harus kupelajari. Aku tidak peduli remeh-temeh birokrasi dan dana, kurasa aku bisa egois untuk hal ini. Saat aku ingin egois, sepertinya selalu bergesekan dengan kegiatan teater. Oh my, rasa-rasanya aku harus membuang ketergantungan duniawiku dan mulai berkomitmen untuk teater, di mana aku tidak akan peduli apakah hidup atau mati setelah melewati semua ini. Tuhan, berilah aku kekuatan, pikiran, dan jalan keluar yang paling baik dari semua ini..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku merasa lemah..aku telah kehilangan segalanya, aku mungkin juga akan kehilangan segalanya kali ini. Kurasa..kamu tidak akan pernah senang hidup di dunia..satu-satunya saat kamu akan merasa senang adalah di mana kamu harus memaksakan bibir dan garis pipimu untuk tersenyum, meski kamu tahu sebenarnya kamu ingin menangis. Aku senang..bahwa paling tidak, aku tidak perlu berusaha menyenangkan diriku sendiri karena itu hal yang sia-sia. Aku senang jika orang lain senang karena tidak harus mengurusiku. Aku senang karena aku tidak perlu merepotkan orang lain karena kemampuanku memang tidak ada. Aku senang tidak ada yang melihatku. Mereka hanya senang jika melihat kegagalan. Oh, aku pernah menyebutkan sebelumnya, orang hanya tertarik pada kesenangan, dan sebaliknya, mereka akan senang melihat kesedihan orang lain. Mereka hanya butuh tertawa, dan yang mereka butuhkan hanyalah sedikit kesedihan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yeah, dunia tidak akan pernah berjalan baik-baik saja, selalu ada masalah. Dan untuk kasusku, rata-rata waktu untuk bernafas di tengah-tengah masalah ini kurasa hanya seperempat dari yang orang lain miliki. Aku selalu bermasalah. Ingin sekali bisa menyelesaikan masalah dengan baik..sampai saat ini, semua masalahku sebelumnya berakhir seperti semtex. Aku ingin benar-benar merasa senang dari lubuk hatiku. Bahwa aku senang karena akhirnya bisa melakukan sesuatu yang benar-benar ingin kulakukan..Semua usahaku sepertinya selalu dibelokkan menuju dunia entah berantah, yang dengan bangga aku sembunyikan kedok bahwa aku selalu ingin melihat yang baru. Makan tuh kalimat. Rasakan setiap culture shock.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, aku hanya ingin mengutarakan pikiranku di blog yang tidak akan pernah dilihat orang lagi seumur hidup. Hanya aku yang melihat. Yah, memang, sudah saatnya aku mengakui bahwa takdirku, jalanku, adalah untuk tidak dilihat orang lain meski berusaha..meski mati sekalipun, aku harus tidak diketahui. Aku malu. Aku malu pada keluargaku, aku malu pada temanku, aku malu pada pacarku..aku malu pada Tuhanku..Betapa beratnya pekerjaan yang kulakukan, dan betapa mulia aku harus berpikir kalau ini semua demi hidup yang baik. Demi yang lain..tidak pernah demi diriku meski aku menginginkannya.. jika aku pernah berguna, biasanya untuk hal remeh yang merepotkan dan tidak ada orang lain lagi yang mau menyelesaikannya, padahal sangat penting untuk kelangsungan proyek..Yah, tidak perlu merasa begitu ingin dihargai, karena paling tidak, yang penting UKMa ini berjalan. Jika teater maju, orang-orang di dalamnya-lah yang dipuja. Jika teater buruk, ketuanya-lah yang akan diserang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, aku kadang meragukan posisiku dalam hubungan dengan pacarku. Saat ia berulang tahun, aku tentu berharap bahwa kita akan bersenang-senang, sampai ia membuka facebook dan melihat mantannya telah dalam hubungan. Dia SMS dengan temannya, yang aku putuskan untuk tidak mengintip, dan tiba-tiba ia menjadi lemas, tidak bersemangat. Aku mengerti bahwa dia mungkin hanya teringat masa-masa dengannya, tapi di saat kami pacaran, di saat ulang tahunnya? Aku ini..apa? Aku selalu terbayang kalau ia rupanya memang dengan berat memikirkan mantannya itu. Aku tidak ingin itu yang sesungguhnya terjadi. If worst comes, I'll be alone again..Its..horrible. Everything arounds you will start corroding and eat you away. And finally, into the eternal darkness.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup ini..penuh hal menakutkan meski bukan dalam segi perang dunia, wabah penyakit, dan bencana alam. Even the most simplest things can leave you withering to death.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku..takut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-1117968765658960755?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/1117968765658960755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/07/semua-akan-baik-baik-saja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1117968765658960755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1117968765658960755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/07/semua-akan-baik-baik-saja.html' title='&quot;Semua akan baik-baik saja.&quot;'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-7114298218461744610</id><published>2011-07-03T22:38:00.008+07:00</published><updated>2011-07-12T00:28:00.757+07:00</updated><title type='text'>untuk hedon, yang merusak keseimbangan sosial, moral, dan lingkungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;fuck you&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yeah, fuck you&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kenapa sih hedon brengsek bisanya cuma nyontek pas uts dan uas? gak belajar? urusan lo sendiri itu mah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya sih, ngaku ada hedon yang pinter, yg saya pun juga nanya jawaban pas kuliah biasa atau belajar..tapi gak pas uts uas yang udah ada peraturan gak boleh nyontek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ya, karena saya terlalu baik diluar, jadi saya hanya membiarkan anda melihat jawaban saya, meski saya ingin sekali mengatai anda bedebah. bedebah kunyuk. keparat sialan. sampah. kotoran setan. untung saja kaum hedon adalah mayoritas, yg kalau saya melawan sekarang, alhasil tidak ada dukungan yang bisa saya dapatkan. keroyokan. pengecut brengsek.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya menghargai kejujuran, sebagai bentuk integritas manusia yang terlepas dari kotoran bernama korupsi. saya tidak ingin menderita penyakit untuk selalu berkompromi dalam setiap masalah. mungkin dengan persuasi dan komunikasi, jalan keluar bisa didapatkan..yeah, tapi saya lebih suka jalan samurai, tebas yang bisa ditebas, tembak dulu bicara nanti. bukan berarti saya kurang fleksibel, oh saya sangat fleksibel, hedonlah yang tidak fleksibel menghadapi orang seperti saya. btw, saya menghargai kejujuran di saat genting, bukan kotoran sapi di saat terakhir. uts dan uas adalah uji kemampuan kita untuk menghadapi suatu hal, saya tidak melihatnya sebagai ajang untuk meraih IP tinggi, saya melihatnya seperti apakah saya bisa menyelesaikan masalah ini. dan hedon, seperti babi yang tinggal menunggu untuk dipotong, memang gak bisa apa apa. banyak cingcong. sialan. setan kalian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya jadi ingat kakak kelas yang hedon waktu ospek. kerjaannya dari awal ospek sampai akhir cuma teriak-teriak, ngerokok, sama nanya-nanya alasan ke mahasiswa baru dengan pertanyaan yg retoris, ilogis, banal, dan sok pintar. bodo amat kalian senior, di mata gw kalian kayak babi hutan yang belajar menangkap burung elang. ya, kalian brengsek. gw gak peduli kesopanan, respek, umur, atau intelijen. minta respek? minta sana sama tuhan, semoga dia lebih berbaik hati daripada saya. ada juga yg karena dia dapet latihan militer, dipakelah buat ngeluarin gonggongan keras, yang saya yakin cuma menggonggong itu yang dia bisa. anjing kalian semua. ngerokok aja yg kalian bisa, ngotor-ngotorin udara aja hedon brengsek. persetan hak asasi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang terlihat muka kampung pun lama lama kelihatan brengseknya. manusia emang makhluk yang paling brengsek, di saat saat tertentu kelihatan belang aslinya. awalnya sih mukanya kayak bidadari, tapi lama lama makin mirip setan. pengaruh apa sih jadi kayak bajingan semua. kok aku ragu denger kata-kata senior yang baik yang bilang si senior A baik, si B baik, loh pas di ospek itu apa, kayak hitler yang bereinkarnasi ke banyak orang. breeeengsseeeeeeek. gw dateng ke jakarta bukan buat belajar respek ke anjing-anjing gila hormat, gw mau belajar dunia, dan gw yakin dunia bukan yg kayak kalian pikirkan. mindset kayak gini bikin masalah di indonesia, dari kekerasan, bully, korupsi, lepas tangan, dan yang penting diri sendiri selamat. sukanya nimbun konflik, tapi gak mau tanggung jawab kalau udah meledak. babi. belum pernah gw merasa terhina sebagai manusia, ada aja manusia goblik melecehkan manusia lain. anjing di pinggir jalan pasti ketawa ngeliat tingkah kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gw benci hedon, gw benci, kenapa sih harus di indonesia, kenapa gak orang-orang menghindari gaya hidup bajingan kayak gini. persetan. bikin susah orang lain aja. ganti aja namanya jadi sekolah hedon yang syarat lulus masuk harus bisa ngerokok, teriak-teriak, nyontek, sama pasang muka manis. bah. mending gw mati daripada harus ngeliat indonesia dijalanin sama hedon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;babi kalian. gw harap api neraka akan membahagiakan kalian, karena kalian bisa ngerokok terus. mahasiswa baru bukan pelampiasan nafsu masokis kalian, sampah. baru kali ini gw ngeliat peradaban maju, wooooh. memang sukanya meng-oppress orang lain dengan kekerasan. aduh, malu menjadi indonesia. bukan seharusnya indonesia begini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ngerokok bebas? terserah kalian? hak asasi manusia? udara milik kita bersama? nih makan tai, ya gak usah kepul kepul asap di sembarang tempat, biadab. asap rokok kalian itu lebih menghinakan manusia daripada kata-kata kasar yang saya lontarkan kepada kalian. wuiihh. belum pernah saya semarah ini. gw tantang kalian, kumpulkan orang yang dengan jujur mengaku udara lebih baik dipenuhi dengan asap rokok. kalau memang jumlahnya banyak, cuma ngebuktiin kalau dunia bentar lagi kiamat. persetan dengan segala pretensi dangkal yang kalian ocehkan setiap hari cuma demi keeksisan. darimana segala hal tahu tahu diukur lewat keeksisan. kebanyakan aktivitas tapi gak ada artinya. IP boleh 4, tapi EQ SQ kayak idiot.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya benci hedon, terima kasih pada teman sma saya yang juga terjerumus surga duniawi hedon, yang pada akhirnya mengecewakan saya dengan berubah menjadi hedon. hedon bukan jalan di dunia yang tepat. hedon bahkan bukan termasuk jalan di dunia. brengsek, ngapain nguliahin hedon, yang kalian dengar hanyalah apakah yang akan membuat kalian bisa diterima di masyarakat, dengan menginjak-injak orang lain. udara gak pantas buat kalian. hukuman cambuk meski kalian sudah mati pun belum cukup mengampuni keburukan kalian. mungkin yang kalian perbuat bukan dosa, kan dosa itu relatif menurut kalian. yang penting jatuhkan orang lain, baru berdiri bersama untuk mengganti dosa. ganti aja semboyan negara kita, yang berbeda bunuh satu satu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya bukan benci yg ngerokok. ayah saya merokok. tapi ia bekerja untuk sesuatu yang berguna, menghidupi keluarganya. saya justru menghormati kalau ia merokok, tanda bahwa ia mengerti apa yang ia lakukan demi menghidupi keluarganya  ia tidak ngerokok atas dasar biar dianggap keren. kalau tidak salah, jaman dahulu orang-orang penasaran dengan rokok karena rasanya. bukan kayak sekarang, yang orang ngerokok biar mengikuti tren ababil kayak sepeda fixie, sepatu roda, atau apapun yang pee wee raskin katakan kepada kalian. persetaaaaan. ayah gw gak ngerokok sambil kumpul-kumpul, ke mall aja benci dia. generasi terdegenerasi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sialan kalian. lihat aja siapa yang tertawa di akhir nanti, tunggu aja sampai semuanya hancur dan kalian cuma bertatapkan kosong. meski gw mati, gw yakin gw bakal terbahak-bahak ngeliat kebodohan kalian. IP gw sih gak tinggi..tapi gak butuh orang pintar buat ngeliat apa yang bermoral dan gak. argumen kalian sama sekali gak bisa menjustifikasi keadaan yang kalian forsir ke orang-orang. dan gw pun yakin, masih ada orang waras di luar sana, yang akan lebih berani dan memiliki jalan untuk say no to cheating, bully, violence, and hedonism. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-7114298218461744610?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/7114298218461744610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/07/untuk-hedon-yang-merusak-keseimbangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/7114298218461744610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/7114298218461744610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/07/untuk-hedon-yang-merusak-keseimbangan.html' title='untuk hedon, yang merusak keseimbangan sosial, moral, dan lingkungan'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-2343944173793467885</id><published>2011-05-31T03:20:00.003+07:00</published><updated>2011-05-31T03:23:26.391+07:00</updated><title type='text'>bagaimana pendiam menafsirkan, 30 Mei 2011</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;sebentar lagi akan jadi menara&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;mengorbankan yang alamiah demi satu putaran matahari&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;memperjuangkan yang bukan keuntungan kompetitif sendiri&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;baru saja dapat pelajaran tidak apa apa untuk lebih melihat akumulasi nilai&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;bahwa tidak apa apa untuk sesekali meninggalkan tempat naungan biarpun lalai&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;jika menjadi puncak harus bisa dilihat setiap orang lain&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;aku adalah puncak yang tertutup kabut&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;tidak ada yang mencariku&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;sialnya, aku harus berdiri begitu lama sementara puncak lain tetap bisa sesekali mengistirahatkan kakinya&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;meski nanti aku berdiri begitu lama, aku tidak akan bisa memancarkan sinar untuk memberikan harapan dan menolong yang tersesat&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;jika orang-orang mencari cahaya, kali ini mereka akan menjauhinya&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;cahayaku hanyalah satu dari sekian spektrum cahaya puncak lain yang lebih memesona&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;lambat laun akan terus tergerus cahaya, hilang di antara kabut&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;lambat laun jauh dari manusia, hilang tak tersebut&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;ingin sekali mengusap wajah di pesisir sendiri&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;ingin sekali berdiri tanpa harus sendiri&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;tapi, benda mati tidak bergerak&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;benda mati tidak berair mata&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;ingin sekali mengusap wajah di pesisir sendiri&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;lalu, aku akan menua, hilang kabar di tengah frekuensi normal&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;satu per satu baut dan mur ku akan lepas&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;dinding-dinding akan penuh dengan karat merah&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;engsel ku akan berdenyit lantang, mengusir yang tidak tahan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;begitu juga saat ku rubuh, mengusir mereka yang bertahan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;cahayaku hanyalah satu langkah kecil&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;yang suaranya hilang oleh guruh kolaps&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;yang suaranya mati dibunuh cahaya lain&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;yang suaranya tanpa persepsi oleh yang lalai&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;lalu runtuh&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;begitu runtuh, tetaplah dalam titik buta&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;reruntuhan akan datang saat pagi kelam&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;reruntuhan akan datang saat malam pekat&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;aku tak tahu ia cepat, tapi ia merayap begitu perih&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;bagaimana menitikkan air mata, jika tidak tahu boleh bersedih&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;sebentar lagi, reruntuhan akan datang&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;proyeksi bukanlah puncak, reruntuhan adalah proyeksi&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;sudah berdiri seperempat kaki&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;ingin menarik langkah&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;ingin pulang&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;telat?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;sebentar lagi, ya, sebentar lagi&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-2343944173793467885?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/2343944173793467885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/05/bagaimana-pendiam-menafsirkan-30-mei.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2343944173793467885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2343944173793467885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/05/bagaimana-pendiam-menafsirkan-30-mei.html' title='bagaimana pendiam menafsirkan, 30 Mei 2011'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-1074364589977033410</id><published>2011-04-22T22:41:00.009+07:00</published><updated>2011-05-05T17:46:43.692+07:00</updated><title type='text'>Music Review: Boris - Heavy Rocks</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, kemarin sepertinya aku baru saja menyelesaikan review untuk band Quicksand, dan ini dia aku mencoba mereview kembali album yang lain. Sebenarnya, aku hanya mencoba mengisi kebosanan, dan juga ingin mencerca sebagian orang yang merasa selera musiknya sudah paling tinggi. Yah, satu poin yang ingin saya katakan sebelum memulai review adalah, ada orang-orang tertentu yang suka melawan, belagu, dan terus memberontak jika dibiarkan belagu. Di sini, saya tidak melarang kebelaguan itu. Saya hanya ingin mengemukakan bahwa selera anda itu lebih jelek, tidak normal seperti manusia. Orang-orang macam anda senyam-senyum, dengan maksud yang lebih busuk daripada kaus kakinya. Dan saya katakan, f*ck you, and your stupid low senses. Perhatikan sekelilingmu dan cermati dengan kepala menunduk. Harga diri yang terbilang tinggi itu sebenarnya tidak tinggi-tinggi sekali. Berhenti merasa menjadi penguasa atas sesuatu. Di atas langit masih ada langit. Bagi yang merasa tersinggung tinggalkan saja blog ini. Nah, mari kita mulai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-3KnsaU0eqk4/TbHCoRKIlvI/AAAAAAAAAKc/IDl_NCK9_LI/s320/boris%2Bheavy%2Brocks.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini, saya baru saja mengalami masa-masa download album terbanyak semenjak beberapa bulan yang lalu. Yup, dibantu dengan modem baru kecepatan tinggi, tidak ada alasan untuk bersantai-santai saja. Dan, tebak, apa yang baru saya  sukai beberapa hari ini. Stoner, doom metal, dan sesuatu yang drone. Yeah, you think you're already f*cking heavy with just a few dose of today's stoner metal and so on. This is a lot cooler, in-your-face bulldozer that certainly not boring at all. Saya menemukan band &lt;b&gt;Boris&lt;/b&gt; (Yah, band ini sudah aktif sejak 90-an, tapi saya baru menyukainya sekarang), sebuah band eksperimental dengan banyak elemen doom, drone, ambient, stoner/garage rock, bahkan shoegaze. Pernah dengar kombinasi seperti itu? Yeah, hell good. Saya jamin band ini tidak buang-buang waktu anda. Saya akan mereview album dari Boris yang berjudul &lt;b&gt;Heavy Rocks&lt;/b&gt;. Beda dengan album-album sebelumnya di mana Boris memainkan musik yang lama durasinya (satu track 60 menit pada album pertama mereka &lt;i&gt;Absolutego&lt;/i&gt;), ber-drone ria di antara raungan suram yang kasar dan lamban (riff gitar yang sangat doom, tapi sangat kotor seperti sludge dan stoner), di sini Boris memainkan stoner/garage rock yang lumayan langsung, tanpa basa-basi. Kau pikir band ini band biasa yang cuma memainkan riff dan teriak-teriak agar dibilang rock 'n roll? Hohoho, kalau begitu dengar saja semacam The Sigit dan Gugun, dan tinggalkan review ini sekarang juga. Saya mungkin akan menyakiti anda lebih jauh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Band ini berasal dari Jepang, aktif sejak awal 90-an, dan beranggotakan tiga orang sampai sekarang, Atsuo pada drum, Takeshi frontman yang juga bassist, dan Wata, gitaris dan satu-satunya wanita di band ini. Album Heavy Rocks dirilis pada tahun 2002, dan berisikan sepuluh track yang sangat berisik. Ya, Boris sangat berisik saat mereka mulai memainkan musik. Berisik di sini bukan dalam artian musik yang bikin pusing, seperti death metal yang terlalu banyak blast-beat, hardcore dengan teriakan yang annoying, atau pop yang murahan hook-nya. Berisik oleh Boris, berarti tiga orang yang dapat meratakan bangunan dengan riff-riff gitar mereka, menghipnotis dengan feedback drone metal mereka, dan drumnya bahkan tidak serempong death metal. Bayangkan saja jika mereka mau bermain semeriah death metal. Dalam radius tiga kilometer mungkin tidak ada yang tersisa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada album-album yang lama, mereka lebih cenderung ke doom metal, drone-doom, yang akan membawamu dalam perjalanan panjang menuju apapun yang Boris katakan. Dan apapun yang mereka katakan, itu tidak berbelit-belit, sangat straight-forward, bebas dari nada sumbang. Ya, mereka hanya bertiga, tapi sound yang mereka ciptakan hanya dengan tiga macam instrumen saja sudah sangat mengisi tiap inchi dari venue-venue konser manapun. Suara yang mereka berikan sangat penuh, sangat berisi, berisik, begitu eksperimental (no pretension in experimenting, its look like they really have the instinct of the right riffs), dan begitu berat. Oh, catchy? Tentu, untuk apa aku menyinggung beberapa band di atas, tentu Boris di album ini lebih catchy daripada rock 'n roll manapun yang ada di bumi, tidak mengurangi rasa hormat bagi band-band seperti Black Sabbath. Baik dari solo gitar yang sangat tajam, ritme yang melamban berat a la stoner, bass yang begitu rock 'n roll, pound drum yang keras, bagaimana Boris tidak catchy?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Heavy Friends" membuka album ini dengan serentetan riff-riff yang lamban, dekat dengan suara kasar stoner, courtesy of Wata, diiringi Atsuo yang sesekali memeriahkan suasana. Setelah itu, kau akan menyadari suara gitar dan distorsi bass semakin lama semakin kotor, seperti band sludge, tapi memainkan pola yang sama. Di tiap akhir bar, Wata pun menyempatkan solo gitarnya, membuat lagu ini semakin seksi. Lambat, berat, dan seksi. Baru pada menit ke 03:41, Takeshi mengeluarkan vokalnya dan menyanyi. Well, di sini ada yang perlu diperhatikan. Suara Takeshi tidak bagus, meski dia memang bisa menyanyi. Dia tidak meng-growl atau high-pitched scream. Dan apapun yang Ia ucapkan, entah kenapa selalu terdengar oke-oke saja. Baik Takeshi saat menyanyi dengan lambat maupun cepat, Ia tidak pernah terdengar membosankan. Ia juga tidak memaksakan diri, tetap stay in his vocal area. Apakah ini efek dari background music yang sudah sedemikian cool-nya sehingga kita tidak lagi bisa punya andil dalam memberikan komentar ke bagian vokal? Lepas dari itu, gaya musik Boris tetaplah satu yang akan kau ingat seumur hidup (ya, kalau kau melihat blog ini, melihat review ini, dan mencoba mendengarkannya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah vokal yang sebentar di menit terakhir lagu pembuka, "Korosu" langsung menjemput kita dengan serangan ritme yang tidak terlalu garang membrutal, tapi ini sangat keren, lebih keren daripada menjadi garang itu sendiri. Suara gitar yang cukup tebal tentu akan menjadi favorit para stonerhead, dan vokal Takeshi saat menyanyi di sini lebih jatuh ke gaya mengoceh, dibacking dengan gaya drumming Atsuo yang memang lebih garage. Ritme yang berat, solo gitar yang membumbung tinggi, verse-chorus dengan vokal yang cool, lagu ini berisi apa saja yang kau inginkan dalam musik stoner. "Dyna-Soar" dan "Wareruride" melanjutkan tradisi tersebut, di mana yang pertama lengkap dengan solo gitar yang keren, dan yang terakhir memvariasikannya dengan banyak suara feedback. Damn, just four tracks of a very stylish stoner assaults, and I'm stoned.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, Boris yang memang memiliki kemampuan dalam bermain sangat lambat (ambient, drone, doom) mengistirahatkan kita di track kelima, "Soft Edge". Boris memanfaatkan kekuatan atmosferiknya dan menerapkannya menjadi lagu ambient, dengan solo plus feedback yang agak sentimentil di sini. Well, they come back not long into that stonehouse trio in the next track, "Rattlesnake". Langsung dengan riff Wata yang kasar, "Rattlesnake" diisi oleh rhythym section yang tidak melemah sekalipun di pertengahan album. Dan begitulah Boris akan memainkan musiknya sampai album selesai. Mereka akan muncul bersama-sama sebagai unit stoner/garage yang unik, ritme yang berat dalam alur langkah punk, penuh feedback dan efek-efek suara yang minor. Lagu "Death Valley" misalnya, efek-efek suara yang minor tersebut lebih banyak terdengar di sini. Tidak lupa Takeshi memainkan solo bass-nya, dan yang mengikutinya pun hanya membuat lagu ini semakin keren saja (cek solo Wata). Baik saat Boris bermain cepat atau lambat, mereka akan melayanimu dengan berbagai nuansa stoner yang catchy, berat dan kotor, diikuti dengan efek suara gitar, feedback, dan sedikit solo di sana sini. Mereka tipe pemusik yang akan mencuri perhatianmu, menghipnotismu untuk menonton Boris menghancurkan apa yang ada di jalan mereka secara pintar, dengan tetap mempertahankan kemanusiaannya (low-growl itu normal? Itu mirip setan ngomong). Yah, bagian drum memang tidak semenawan atau tight a la metal, tapi dengan gaya yang lepas seperti ini, justru menjadi komplementer yang tepat untuk menemani riff-riff Wata dan vokal Takeshi. Untuk gitaris Wata, she wins hands down. Tidak ada gitaris wanita dengan selera musik, kreasi musik yang lebih berat daripada orang ini. Saya tidak peduli dengan artikel hottest chick in metal atau karena mereka anak gaul abegong bagaimana. Wata, adalah gitaris wanita dengan sound terberat yang pernah saya dengar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-FUA5Xee2tqw/TbHC6my5ryI/AAAAAAAAAKk/q6DRI8dZhrU/s320/boris-band-japan.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penutup, saya hanya akan mengatakan bahwa Boris terdengar lebih garang, lebih catchy, lebih straight-forward daripada se-kontemporernya. Di mana yang lain masih terjebak dengan eksperimen yang membosankan, hanya mengutamakan riff gitar dan teknik vokal ala hardcore maupun death metal. Boris hanya mengutamakan serangan singular dari instrumen masing-masing dan mereka terdengar lebih murka tanpa harus marah. Beside, their attitude is not that in the image of a drunken, big strong-armed guy like in Seringai, they're much into the pissed-off, thinking guys and lad which you don't want to mess with. Sebenarnya aku tidak terlalu percaya kalau belum pernah melihat fotonya secara langsung. Mereka tidak tampak kasar seperti musik mereka, mereka hanyalah seonggok tiga orang kurus, seperti karyawan yang baru saja dipecat, lalu memutuskan untuk memanjangkan rambut mereka dan bermain musik. But they fucking rule.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rating: 4/5&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;recommended: all tracks.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-1074364589977033410?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/1074364589977033410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/04/music-review-boris-heavy-rocks.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1074364589977033410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1074364589977033410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/04/music-review-boris-heavy-rocks.html' title='Music Review: Boris - Heavy Rocks'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3KnsaU0eqk4/TbHCoRKIlvI/AAAAAAAAAKc/IDl_NCK9_LI/s72-c/boris%2Bheavy%2Brocks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-3520256063002239364</id><published>2011-04-21T20:43:00.008+07:00</published><updated>2011-04-21T23:31:05.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quicksand'/><title type='text'>Music Review: Quicksand - Slip</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, sudah lama sekali rasanya tidak bermain di blog lagi, tapi ini dia, mencoba untuk meramaikan blog yang tidak akan dilihat siapa-siapa, dan itu keuntungan buat saya. Saya bisa mencerca, memaki, menghina, melakukan apapun yang saya mau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini, saya akan membuat hal yang sama seperti yang saya lakukan beberapa bulan lalu yaitu review musik, dan sebenarnya saya sudah mempunyai beberapa draft mengenai album apa saja yang akan saya bahas. Tapi, kali ini saya tunda yang kemarin-kemarin demi mengulas yang satu ini. Tebak apa yang saya temukan? Well, tidak lain tidak bukan ini adalah album dari genre yang paling saya sukai. Yup, album ini bergenre post-hardcore, dan album yang saya review adalah album &lt;b&gt;Slip&lt;/b&gt;, dari band &lt;b&gt;Quicksand &lt;/b&gt;dan dirilis pada tahun 1993. Band ini terbentuk di New York pada tahun 1990, dengan posisi frontman dan gitaris Walter Schreifels, gitaris Tom Capone, bassist Sergio Vega, dan drummer Alan Cage. Masing-masing personil datang dari background hardcore yang keras, dan memang termasuk sebagai salah satu yang jenius di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-L3D7lDvIIa0/TbBYo_F8fRI/AAAAAAAAAKM/n05mVrCPDcQ/s320/quicksand%2B-%2Bslip" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yup, post-hardcore memiliki impresi kasar dari scene hardcore, mengambil semangat DIY punk, dan menghentakkannya keras seperti layaknya band metal. Di album ini, sangat jelas suara-suara unik post-hardcore yang kemudian banyak terdengar, dipakai, dan dijadikan acuan oleh band-band generasi milenium baru. Yang pertama adalah, suara gitar. Riff-riff ritme dan melodi sangat disonan, di satu sisi mengiring pendengar dengan garang, di sisi lain mengantar kita dengan lengkingan yang berulang-ulang. Seakan-akan mereka menciptakan bidang untuk dunia yang objek di dalamnya tidak beraturan tapi sangat terstruktur untuk kemudian mereka hancurkan dengan riff gitar. Hampir setiap bagian lagu diisi dengan ritme gitar yang berat, bervariasi, dan selalu berhasil membuat kepala mengangguk seiring ritme. Hasil kerja Walter dan Capone dalam menciptakan riff-riff sangat segar, mengisi tiap bagian dengan suara yang begitu dominan. Jelas kalau gitar bermain peran penting di sini, karena hanya dari situlah melodi dan ritme lagu di album ini. Di bagian drum dan bass, mereka tidak kalah sangarnya. Alan Cage memukul drumkit dengan powerful, ditambah dengan permainan bass Sergio yang tebal, membuat bagian ritme dasar ini sangat menghentak, menggempur setiap dinding yang ada. Sementara itu, Walter menyanyi dengan aksen marah, sangat emo, tapi tidak keluar batas sampai low-growl dan high-pitched scream. Tidak pernah vokalnya terdengar annoying berikut lirik yang ia muntahkan, semuanya sangat serasi dengan instrumentalnya. Ia bertukar amarah dengan riff gitar, diiringi gempuran drum 'n bass, dan hasilnya adalah sebuah album berlagukan ketebalan dinding suara yang berat, garang, tapi terkontrol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, sangat susah bagi beberapa band untuk terdengar rapi saat mereka mencoba untuk terdengar sangat berat, tapi Quicksand adalah pengecualian. Memang benar, di album ini hampir semua lagu berada pada tempo sedang, tapi tetap saja dengan permainan yang sangat tight, kompak, dan keras ini, kau akan memaafkannya. Mereka bermain dengan penuh kehati-hatian, mengeluarkan teknik dan sound baru di setiap bagian yang akan muncul berikutnya. Tidak akan ada twist yang terlalu mind-blowing, tapi mereka membuat album ini mengalir sangat natural, tidak ada kesan terpaksa maupun kepura-puraan. Mereka akan memastikan kau akan mendapat bagianmu sendiri di tiap lagu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walter meneriakkan argumennya pada orang-orang di lagu pembuka "Fazer". Ia menyanyikannya selaras raungan gitar, dibantu pounding dari drum yang sangat keras, dan bahkan Sergio sudah membuat lagu ini sangat catchy dengan bass-nya di menit 01:44. Lagu ini berlanjut dengan solo gitar yang ritmis, mengambil nada yang lebih tinggi dari biasanya. Kebanyakan sound dari lagu di album ini seperti itu, keras, tapi tidak membosankan. Variasi sangat tipis untuk dilihat, tapi kau akan tahu bahwa setiap lagu memberikan pola penggebukan yang berbeda.  Di sinilah Quicksand mendapat predikat jenius. Mereka mampu membuat ketertarikan di setiap lagu dengan teknik mereka yang original. "Dine Alone", lagu ketiga yang juga menjadi single, dimulai dari hentakan pertama yang keras, diikuti dengan riff ritme gitar yang berulang-ulang, dan disitulah kekuatannya. Dengan dua ritem yang berat, berulang-ulang, namun berbeda, siapa anak metal yang tidak suka? Sering juga Quicksand melancarkan bagian di mana suara gitar tidak keras seperti biasanya, bermain tenang seperti di menit ke 02:00 lagu ini. Dan di saat mereka bermain tenang, satu-satunya yang akan tidak tenang adalah suara bass Sergio yang dominan, tebal dan terdengar sangat cool. Pada lagu "Slip", mereka mengeluarkan segala teknik yang mereka miliki untuk menciptakan sound yang unik, dari suara gitar yang menyobek, drum yang menderu-deru dengan fill-in rhythym, solo yang sedikit ceria, padahal dua belas track di album ini semuanya sangat dominan galak. Mereka tidak bisa bermain tenang terlalu lama, dan akan langsung memulai fury mereka dalam beberapa bar saja (lagu "Freezing Process"), dan ini bukanlah kelemahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu standout di album ini adalah "Lie and Wait", di mana mereka melancarkan kegeraman mereka dalam tempo yang sedikit lebih cepat dari biasanya, dan terdengar sangat asyik. Riff gitar menggunakan sound dari hardcore-punk, hanya saja tanpa terlalu cepat. Di mana sebelumnya mereka selalu berat ke arah metal, di sini Quicksand mengeksekusi lagu ini dari sisi punk, dan dengan hasil yang sangat baik. Sound gitar dari intro "Lie and Wait" sejak lima detik pertama, adalah apa yang akan sering dipakai oleh band-band di masa mendatang. Begitu juga dari solo gitar, dentuman bass, drum yang sangat powerful, maupun subjektivitas topik yang Walter teriakkan, argh, apapun dari lagu ini akan banyak memengaruhi band post-hardcore di masa depan, dengan memegang semangat yang sama. Mereka juga turut memberikan lagu instrumental, "Baphomet", yang sound-nya tidak perlu dijelaskan lagi. Mereka menggabungkan setiap pola yang ada di album di sini, ritme yang garang dan tenang, lengkingan gitar, dan bagian drum 'n bass yang tidak pernah sekalipun terdengar lelah. Album ini pun ditutup dengan lagu "Transparent", memberikan aura yang lebih berbeda dengan kegarangan yang sama. Di lagu ini, mereka cukup berhasil menciptakan lagu yang tidak melulu marah, tapi membawa pendengar memahami apa yang mereka teriakkan di tengah-tengah dinding suara tebal ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album ini tidak menggunakan pola di mana lagu-lagunya berisikan naik turunnya emosi, maupun dari introduksi, klimaks, sampai anti-klimaks. Banyak lagu di sini bersifatkan in-your-face, tanpa banyak omong mereka langsung menumbukmu dengan keberangan mereka, dan ini bukanlah hal yang buruk. Mereka juga tidak menciptakan lagu di mana Walter menyanyi out of sync dari keseluruhan, melainkan selaras dengan teman-temannya. Sangat mudah mencerna kemarahan Walter, tanpa harus merasa terasing dari sebuah album yang keras. Hasilnya, album ini menjadi sebuah album yang garang, tapi di sisi lain juga enak didengar, tidak kasar. Hal ini sama sekali tidak membuat album Slip menjadi murahan, Walter pun tidak pernah menyanyi dengan melodis, selalu penuh fury. Secara keseluruhan, album ini adalah album yang penuh groove kemarahan yang terkontrol, cerdas dikeluarkan satu per satu, dan membawanya dengan alur yang tidak membosankan. Mereka tidak bercanda dalam urusan menghancurkan berbagai properti dengan ketebalan suara yang mereka milliki. Semuanya sangat kompak dalam memainkan instrumen. Kau akan tahu ini album yang sangat sempurna. Meski mereka tidak terlalu inventive dalam menciptakan sound yang sangat baru, mereka menggabungkan elemen punk dan metal dengan cara mereka sendiri, dan hasilnya luar biasa hard-hitting yang unik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-6-fH7iB08ds/TbBZbw7XYnI/AAAAAAAAAKU/e2MK1Qz7M2k/s320/quicksand%2Bband" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penutup saja, lagi-lagi tidak ada yang bisa mengalahkan post-hardcore soal semangat dalam menciptakan sesuatu yang subjektif, tapi begitu mengena di hati kita semua. Ya, semangat post-hardcore adalah sesuatu yang jarang sekali ditemui dalam permusikan dunia. Mereka entah bagaimana mampu menarik perhatian dengan segala topik yang mereka angkat. Mereka pun lambat laun mengubah cara-cara yang dipakai setiap orang dengan teorinya sendiri, dan membuat revolusi baru. Cepat dengar album ini. Jangan dulu merasa anak metal atau pun punk yang modern sebelum kau mendengar album ini. Komentar atau apa pun sangat diterima di sini, silahkan berbicara..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rating: 4.5 / 5&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;standout track: Fazer, Dine Alone, Lie and Wait, Baphomet, Transparent&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-3520256063002239364?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/3520256063002239364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/04/music-review-quicksand-slip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3520256063002239364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3520256063002239364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2011/04/music-review-quicksand-slip.html' title='Music Review: Quicksand - Slip'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-L3D7lDvIIa0/TbBYo_F8fRI/AAAAAAAAAKM/n05mVrCPDcQ/s72-c/quicksand%2B-%2Bslip' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-5206420921612478918</id><published>2010-11-19T15:37:00.013+07:00</published><updated>2011-01-07T09:28:00.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='omong kosong'/><title type='text'>Hipotesis Pesan Ringan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini saya mulai kembali membuka blog, setelah sekian lamanya. Cukup lama, kau bisa bandingkan tanggal post sebelumnya. Akhir akhir ini, music review saya kurang diminati, atau selera saya yang memang aneh, yang sepertinya tidak ada orang lain yang tahu. Atau mungkin, karena saya juga tidak gencar promosi blog. Well, i'm not that famous, yes. Paling tidak, meski aku post ke mana mana juga tidak akan ada orang lain yang tertarik melihat ini, jadi saya bisa sebebas bebas mungkin di sini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya menulis puisi. Dulu saya juga melakukannya saat SMA, sempat terputus, dan kemudian tersambung lagi sekarang. Saya kurang niat untuk melakukan music review lagi, dan memutuskan untuk belok kiri kanan sejenak, biar tidak penat. Saya juga baru selesai UTS kuliah, dan memiliki waktu senggang untuk bermain-main ria. Baru dua bulanan, kuliah sudah terasa sangat melelahkan, tapi badan entah kenapa, sepertinya tahu tahu disuntik doping dari mana sehingga kuat kuat saja menghadapinya. Otaknya gak terlalu kena suntikannya sih. Entah berapa IP nanti, tapi yang penting ngeband. Oh ya, kemarin baru saja saya ngeband lagi bersama teman kuliah di Tebet. Saya tidak terlalu ahli dalam posisi saya sendiri, tapi itu cukup merefresh pikiran, karena musik adalah drug-nya cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta. Apa sih itu? Jujur, sejak kecil sampai sekarang, saya bingung mengutarakan cinta itu bagaimana. Maksudnya, saya tidak terlalu merasa apa apa terhadapnya, terhadap keluarga, terhadap pasangan, dan lain lain. Pengalaman saya pertama kali didapat saat saya sempat dekat dengan seorang teman, yang lalu saya menaruh perasaan padanya. Perasaan suka, tentu, dan dia wanita. Hal ini tidak berjalan dengan baik, karena belum mencoba saja sudah digagalkan (padahal saya sudah berniat untuk mencoba), apalagi sampai menghancurkan persahabatan? Ugh, mengesalkan. Orang pendiam sepertiku yang tidak banyak curhat, juga tidak akan didengar siapa siapa, apalagi mendengar berita sedih. Kalian ingat bahwa orang-orang sebenarnya hanya ingin senang? Bahwa kesedihan hanya dianggap sebagai eksternalitas sesaat, bukan bagian seutuhnya dari kehidupan? Siapa yang bilang bahwa tidak boleh terlalu lama bersedih, saya rasa dia hanya tidak pernah merasakan bagaimana orang yang hidup sendirian. Implikasinya, tidak ada yang benar benar ingin mendengar kesedihan. Begitu jatuh dalam lingkaran tidak bisa bicara, saya hanya terus mengulangi permasalahannya. Sampai sekarang. Dan saya baru saja memutuskan untuk memotong siklus itu. Memotong taliku dengannya. Toh hanya tali yang dia anggap biasa, jadi dia memang tidak akan mengerti apa apa, dan tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa tidak akan lepas darinya jika hanya bergantung pada sebuah SMS, harapan kosong, jadi demi saya sendiri, saya tidak harus berinteraksi dengannya. Sungguh, tidak pernah ada maksud murka padanya, tapi ini karena saya merasa tidak boleh lebih jauh lagi di lingkaran ini. Kalau saya memberi kabar padanya, mengucapkan selamat ulang tahun, membaiki baiki dia, lalu saya akan berpikir untuk cepat kembali ke Semarang, hanya untuk tahu bahwa dia tidak akan pernah bersama saya? Kalau tidak salah, setelah selesai ujian semester kelas 11 SMA. Sekarang, masih ada sedikit lumut lumut di pojokan kamar yang sepi ini. Maaf. Kalau ketemu 3 atau 4 tahun lagi, saya tidak akan menyesal kalau kau tidak akan berbicara padaku lagi. Ini sudah pilihanku. Jadi, have fun dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah curhat. Huh. Saya iri sekali. Sepertinya orang macam saya tidak disediakan tempat untuk berbicara sesuatu. Jadi, saya bicara di sini saja. Toh tidak ada orang. Toh tidak ada yang ngomong saya lebay, dramatis, dan semacamnya (mungkin 98% benar). Toh tidak ada batasan, karena tidak ada yang mengontrol. Toh mungkin tidak ada perspektif orang lain yang bisa membantu saya melihat permasalahan ini, itu sudah fixed cost. Variabelnya adalah seberapa kuat, cerdik, saya bisa melalui jalan yang sepertinya makin lama makin keras ini. Aku ingin belajar, apapun itu. Cinta, keluarga, persahabatan, kehidupan...sepertinya saya juga mengalami kontradiksi pada apa yang saya rasakan sekarang. Ini bukan inkonsisten, saya mungkin masih labil, tapi lebih cocok disebut amatir dari kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema puisi, sebenarnya lebih kepada 'perasaan' (pengin ngomong cinta, tapi itu bullshit banget), cuma dengan gaya saya sendiri mencoba untuk mengabstrakkannya. Ya, saya suka yang abstrak. Realis dan romantisme tidak sejalan dengan kehidupan saya. Judulnya adalah Hipotesis Pesan Ringan. Jangan dibuat bingung, jangan dipikir keras, sesungguhnya ini hanya perasaan yang lama sekali mengendap, jadi kanker, berbahaya untuk tubuh, dan sulit sekali dihilangkan. Cinta itu penyakit. Dan saya sakit flu hari ini. Inilah puisi pendek jelek saya. Here we go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hipotesis Pesan Ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pesan sudah turun kemarin&lt;br /&gt;Satu dua ajakanmu tak lagi valid, tak berkonsonan&lt;br /&gt;Kau tembak saja dramaturgi menuju konsolasi&lt;br /&gt;Toh debu kamarku tidak ada yang keberatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa kau tawarkan rupa&lt;br /&gt;Yang akhirnya kau bungkus plastik&lt;br /&gt;Oh, pasti sudah dekade hisabnya&lt;br /&gt;Memutar air mata yang kerap baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lihat sinar transmisi&lt;br /&gt;Masih juga tertinggal hamparan bebas penyakit&lt;br /&gt;Siapa yang mau kamu degradasi&lt;br /&gt;Para pendeta pun tak ada yang peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jalan di pinggiran, jangan spekulasi dengan jejaring&lt;br /&gt;Pesanmu yang transversal itu minimum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segaris rutinitas kau gali sumur&lt;br /&gt;Jauh dalam abisal anestesi berjamur&lt;br /&gt;Manis ketamine bukan gagal berumur&lt;br /&gt;Post-hedonismu terbanting murah dihambur&lt;br /&gt;Kau kunyah coklat seperti layak digempur&lt;br /&gt;Tapi tahukah kau, senyummu banyak berlumur&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kita makan di pojokan, seisi pelampung takkan meresusitasimu&lt;br /&gt;Sayang, sesal pasca tragedimu tak bergradien negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, pesanmu membunyikan haru nasib&lt;br /&gt;Setiap kata inisiasi simpati, lawan solitusi&lt;br /&gt;Masa ini sesekali terisi, sesekali mengarsip&lt;br /&gt;Pesan ini kutinggal, tak usah kau akuisisi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-5206420921612478918?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/5206420921612478918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/11/hipotesis-pesan-ringan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/5206420921612478918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/5206420921612478918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/11/hipotesis-pesan-ringan.html' title='Hipotesis Pesan Ringan'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-9051665939972098142</id><published>2010-08-27T16:57:00.009+07:00</published><updated>2010-08-30T21:48:30.369+07:00</updated><title type='text'>The School - Loveless Unbeliever</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/THvCtJAChwI/AAAAAAAAAJs/CZVJFC6CdpE/s1600/The-School+loveless.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/THvCtJAChwI/AAAAAAAAAJs/CZVJFC6CdpE/s200/The-School+loveless.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511212649783920386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya keluarga yang aneh sebenarnya ada sisi positifnya. Bukan, bukan yang ayahmu anggota extraordinary gentleman ataupun sebenarnya ibumu seorang pria yang operasi kelamin, melainkan dari segi kehidupan yang kami alami. Kami orang biasa, tapi bagi saya, memiliki keluarga seperti ini menunjukkan poin tertentu yang penting pada hidup saya. Akhir-akhir ini, keinginan saya untuk kuliah di Jakarta mendekatkan saya pada sisi keluarga Ayah di Jakarta. Saya terkejut, begitu banyak pengalaman yang bisa ditarik intisarinya. Beberapa pengalaman saudara membuat saya menilik diri beberapa kali. Atmosfir yang diberikan keluarga ini berbeda dengan yang saya alami di Semarang. Lebih 'intelektual'. Saya tidak membodohkan yang di Semarang, tapi jujur saja, ini kesempatan saya untuk belajar lebih lanjut dari orang-orang yang punya pengalaman berarti, dan berhasil di hidupnya. Entah kenapa, saya menaruh lebih banyak minat di sini. Keinginan saya untuk belajar lebih lanjut tentu tak bisa dibendung. Kalau situasi anda sekarang tidak memungkinkan anda untuk berkembang, bergeraklah, berpindahlah, seperti kata salah seorang motivator. Saya mencari lingkungan yang lebih sesuai. Di Jakarta, saya belajar sedikit banyak hal, mengalami satu dua serangan mental, tapi itupun pasti ada baiknya. Salah satu pemberian Ayah saya adalah sebuah buku yang berjudul "Berani Gagal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan saya ceritakan sedikit tentang buku ini. Buku ini membahas tentang bagaimana kegagalan dapat memberikan kita kesempatan untuk belajar menjadi sukses di kemudian hari. Bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang buruk, bukanlah hal yang patut membuatmu jadi cemoohan, dan bukanlah hal yang orang menjauhimu karenanya. Buku ini menjadikan saya seperti 'masa bodoh yang orang bilang'. Whatever people say I am, that's what I'm not. Saat ini saja, orang-orang terlalu menilai prestasi berlebihan. Prestasi bagaikan magnet bagi orang-orang untuk bersuka ria, bercanda tawa, bersosialisasi, dan menilai tinggi yang mendapatkannya. Bagi yang gagal, tidak ada yang peduli, malah dicap sebagai orang bodoh dan dijauhi. Buku ini juga mengajari saya untuk tidak berlama-lama dalam kesedihan, stres, ataupun perasaan ketidakbisaan. Pikiran saya sedikit berubah. Baru-baru ini saya memergoki ada orang yang membicarakan saya beginilah begitulah. Persetan. Hidup orang berubah bung. Saya sedikit kesal melihat orang meremehkan saya. Tapi, dengan buku ini, saya jadi tidak peduli. Saya akan mengubah pendekatan saya, dan pikiran mereka terhadap saya. Sudahlah, toh saya hanya menulis ini pada blog yang orang-orang mungkin lihat mungkin tidak, tapi saya tidak lagi pesimis bahwa tidak ada orang yang melihat blog ini lagi. Untuk berhasil, harus optimis terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema review kali ini adalah, pure, honest feeling. Kalau diartikan, ya perasaan. Saya katakan saja, album kali ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Loveless Unbeliever&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;dari sebuah band bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The School&lt;/span&gt;, dari Cardiff, Wales. Mereka memainkan indie pop, lebih tepatnya retro pop. Di tengah-tengahnya gelombang band-band yang bermunculan, musikpun mengalami evolusinya. Semua berlomba-lomba untuk menjadi yang terhebat, terkreatif, terasing, terbeda, tersangar, dan sebagainya (kenapa?). Sebuah lagu yang berdurasi 67 menit? Come one. Atau yang hanya merentet drum seperti machinegun dan teriak-teriak biar hanya dibilang keren dan gahul? Ugh. Musik yang paling frenzy sekalipun sangat rumit, tidak bisa dinikmati segmen yang ingin menikmatinya. Kita membutuhkan yang simpel, mengena, jujur, tapi tidak murahan seperti band melayu. Aku tahu kau mulai ingin eksis dengan langsung memberikan beberapa nama band, tapi tidak mungkin kau tahu yang satu ini, yang seperti ini. The School adalah salah satunya. Band yang memainkan musik yang tidak pernah lelah untuk didengar. Tentu, kau pernah dengar retro pop sebelumnya? Mari kita bahas album ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/THvC6q21InI/AAAAAAAAAJ0/1g9V07puMYg/s1600/the%2Bschoooool.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 258px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/THvC6q21InI/AAAAAAAAAJ0/1g9V07puMYg/s200/the%2Bschoooool.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511212882210398834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau dibilang sok tahu, atau merasa paling pintar. Saya akui saya mendengar Lamb of God, Aborted, Seringai, dan lainnya. But this, is the sweetest retro-pop album i have ever heard. Lagu-lagu yang mereka ciptakan terdengar sangat manis, dengan berbagai instrumen yang original, dan 'pinky sound', mendekati classic pop. Kau ingin mencium atau memeluk orang setiap kali mendengar album ini. Pop bisa berarti dua. Bisa berarti karena komersialismenya, atau populer karena sejatinya memang universal di hati semua orang. Album ini jatuh pada yang kedua, memberikan udara segar bagi permusikan indie pop yang kental dengan kerumitan layer, keasingan songwriting, dan keabstrakan lirik yang berasal dari kamus bahasa. Simpel di sini, maksudnya mereka menghindari penggunaan layer-layer (yang kebanyakan dari keyboard) yang terlalu eksperimental, tatkala malah tidak begitu jelas keasyikan kreativitasnya (mungkin saya terlalu dangkal). The School memainkan lagu mereka dengan begitu cerianya, tanpa harus pusing untuk mencoba mengingat bagian lagu mana yang harus dimainkan selanjutnya. Aksesibel, pasti. Murahan, tidak. Sesekali mereka memutuskan instrumen mana di bagian ini dan itu, memberikan lagu yang sedikit lebih ekspansif dan variatif. Kemampuan di sini, bukan berarti kemampuan untuk mengeksekusi permainan dengan sangat precise seperti band metal, tapi kemampuan menghasilkan nada yang paling tepat, manis seperti arum manis. And these guys have it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di saat seperti ini, kau akan memikirkan bagaimana liriknya. Layaknya pop, tema yang disentuh tidak mungkin terlalu berat, ataupun kasar (f**k you very much....). Dari awal lagu "Let It Slip", yang merupakan salah satu single dan standout track, Liz Hunt, sang frontwoman menyanyi dengan suara yang seperti penuh gulali/lolipop, dan mengutarakan isi hati layaknya seorang perempuan pada lagunya. Track ini menceritakan kegalauan hatinya saat ia ragu apakah sang pria mencintai wanita lain. "Is He Really Coming Home?", yang juga salah satu track retro yang modern, menceritakan kerinduannya pada kekasihnya yang tidak kunjung pulang. "All I Wanna Do" menceritakan bahwa ia hanya ingin selalu dekat sang kekasih. "Shoulder", di mana ia ingin menaruh kepalanya di pundak sang lelaki. Simpel, yeah. Tapi saya jamin, ini tidak segaring cinta-cintaan yang basi. Semua itu dengan 'jujurnya' ia nyanyikan, membuat kesan termanis yang pernah ada. Begitu banyak perasaan yang dicurahkan, meski pada akhirnya sang lelaki dalam lagu pentup "I Don't Believe in Love" menyanyi bahwa ia tidak percaya cinta. Semua seperti kisah cinta seorang wanita pada tahun 60an. Yang lebih menakjubkan, dengan lagu-lagu yang bernuansa retro, production dari album ini sangat hi-fi, dijamin bakal digandrungi anak muda (berlawanan dengan fakta bahwa musik yang saya rekomendasikan sepertinya tidak pernah didengar, huhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, bagi saya pribadi, mendengar musik yang baru, yang lebih kreatif, lebih mengena, lebih stylish, dan lebih passionate, sangat menyegarkan buat saya. Berbagai album yang saya miliki punya kualitas perjalanannya sendiri, seperti album ini yang melambangkan keinginan saya untuk bisa bermanis-manis dalam cinta..err, yang terpenting adalah saya yakin album ini masuk dalam jajaran top di musik pop. Anda tidak akan menyesal mencari tahu (baca:download) sedikit saja mengenai album ini, apalagi bagi anda penggemar pop. Sayapun senang apabila dapat berbagi pengalaman tentang album ini pada orang-orang. This is for you who wants that sugary dreams come true as we wait..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/THvDEj8RbLI/AAAAAAAAAJ8/e0jwhAykJQ4/s1600/the+school.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 292px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/THvDEj8RbLI/AAAAAAAAAJ8/e0jwhAykJQ4/s200/the+school.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511213052152868018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating : 4.5 / 5&lt;br /&gt;Recommended : all track. I'm serious.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-9051665939972098142?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/9051665939972098142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/08/school-loveless-unbeliever.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/9051665939972098142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/9051665939972098142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/08/school-loveless-unbeliever.html' title='The School - Loveless Unbeliever'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/THvCtJAChwI/AAAAAAAAAJs/CZVJFC6CdpE/s72-c/The-School+loveless.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-7251068040454606618</id><published>2010-07-10T14:01:00.010+07:00</published><updated>2010-07-17T12:17:09.880+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Black Heart Procession'/><title type='text'>The Black Heart Procession - Amore Del Tropico</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDhI55Uwl_I/AAAAAAAAAIw/q4p4If2Xj_E/s1600/Amore_Del_Tropico-The_Black_Heart_Procession_480.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDhI55Uwl_I/AAAAAAAAAIw/q4p4If2Xj_E/s200/Amore_Del_Tropico-The_Black_Heart_Procession_480.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492219905055954930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, first impression dari orang yang hanya punya laptop berinternet, xbox360, ponsel sekaligus music player, komik aneh, pakaian noir, sms yang hanya datang dari operator, motor yang akan dijual, dan hubungan yang tidak sejalan antar koleganya pastilah tidak menarik, atau membahagiakan. Kalau ditilik kembali, sangat susah bila telat memiliki kesadaran tentang diri sendiri saat di umur yang tidak 17 manis. Kembali mengingat kalau di antara kita punya kenangan, saat-saat menyenangkan yang hanya akan dilupakan, tidak mudah jika dijalani, dan dipikirkan sendiri. Ya, sendiri. Itulah salah satu tema review album kali ini, masih melanjutkan dari unduhan yang sedemikian banyaknya, tapi hanya mengambil 2-3 album saja sebagai yang terbaik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Black Heart Procession&lt;/span&gt;, adalah band indie dari San Diego, CA (lagi), yang mentemakan musiknya sebagai musik 'gelap'. Terlepas dari berbagai stereotip, gelap di sini bisa diartikan suram, menakutkan, sunyap, sedih, kelam, downlifting, keputusasaan, dan rasa sakit. Sama sekali bukan untuk yang optimis dan menolak pesimis, tapi saat seni berkata lain, kenapa tidak? Album&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amore del Tropico&lt;/span&gt;, adalah album yang persis menggambarkan apa sisi yang ditolak masyarakat itu. Selama 55 menit saya mendengarkan, saya tidak punya pilihan selain terus merenung sampai "The One Who Has Dissapeared", lagu terakhir selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, depresif tidak selalu disenangi. First impression saya pada album yang punya keterbatasan pada ruang gelap ini, bisa menghasilkan sebuah kondisi baru untuk otak saya. Ini bukan soal musikalitas, tapi bagaimana menghubungkan simbal ride, treble, keyboard langsung sejalan dengan frekuensi sendiri. Barangkali tidak ada yang peduli. Tapi ini lebih baik dibandingkan dengan dijejali berbagai kedok presentasi yang sama namun berisikan faktor kertas hijau saja. 'Experience', perasaan dari mendapat pengalaman baru, mendengarkan pernak pernik yang unik punya harga yang pantas karena substansinya sendiri. Contoh, sebuah lagu jazz, yang biasa kita dengar adalah keunikan dalam permainan improvisasinya, di mana beat tidak sejalan kontemporernya, dan intuisi lebih dikedepankan. Ada berapa banyak lagu jazz yang mampu memberikan pengalaman baru padamu? Seperti apa jazz yang kau dengar, saat kau hanya di pesta bergengsi? Apakah kau akan menolak lagu yang punya tema dari album Amore del Tropico ini? Yang meredupkan karena kurangnya kebutuhan untuk bisa dibutuhkan orang lain? Barangkali yang bisa menikmati album ini hanya orang yang punya rasa seni tinggi, atau orang yang sedang stres saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah intro 12 detik, "Tropics of Love", atau Amore del Tropico, seperti saya jelaskan, adalah sebuah bossa nova dengan vibe gitar yang gelap seperti lagu lainnya, layaknya BGM credit atau ending thriller crime yang masih bergambar hitam putih. Prosa dari sang lirikus, tidak lucu apabila menyanyi tentang betapa indahnya dunia ini, saling bergandengan tangan, dan mengasihi satu sama lain. Pesan putus asa selalu tersirat ("Broken World"), alunan cello dan permainan yang kaya akan  layer seksi,  tidak pernah kosong, pelan pelan mengisi ruang 3x6 metermu dengan ajakan introspeksi (" Why I Stay") atas kegagalan. Ada kalanya kita hanya diajak untuk mengiringi, seperti denting piano pada "The Invitation". Keputusasaan ini mencapai nadirnya pada "The Waiter#4" dan "A Cry for Love", di mana yang pertama mengutarakan ketidakmengertian orang-orang atas penderitaannya yang diangkat pada sentuhan post-gothic, dan berlanjut pada track berikutnya yang mengantagoniskan cinta, cinta yang menipu dirimu, yang memilih yang palsu, yang memberikan pada yang meninggalkan, yang mencuri apa yang kau dapat, yang menusuk dan membakar, tapi masih diinginkan tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang selalu menghubungkan suatu hal pada anggapan umum. Lagu sedih temponya pelan, dan musik metal musiknya orang berisik bla bla bla sebagainya. Yah, ada esensi dari hal tersebut. Sesuatu yang diterima biasanya berupa sesuatu yang sejalan, sedarah, sepikiran, lalu dirangkul bersama. Di luar itu, tak ada ketertarikan, terparah malah dicap buangan. Pada album ini, kasusnya tidak seperti itu. Tembang biru tidaklah selalu pelan, maupun yang awalnya seperti lagu maroon 5 tidaklah berakhir dengan kesan yang sama. Setiap track, meski tidak bisa dikatakan sebuah evolusi dari track sebelumnya, koheren dan kohesif tetap menemukan jalannya, meninggalkan kesan tersendiri dan jauh dari least favourite track. Apa yang mau dikata apabila , salah satu contoh, influens southern america masuk di dalamnya, seperti pada lagu "Fingerprints"? Selain itu, Pall Jenkins dan Tobias Nathaniel bukan sembarang pencipta lagu karena mereka mampu menciptakan nada kesedihan yang unik, lepas dari embel cengeng seperti generasi emo-emoan sekarang ini. Mereka juga bukan instrumentalis lemah, sebagaimana pada tiga track sebelum lagu terakhir mereka memperluas arsenal layer dengan menambahkan, maupun menciptakan suara-suara baru. Semua track tersebut, selalu memvisualisasikan kita pada sebuah halaman yang sama intensitasnya dengan novel Kazuo Ishiguro. Dan pada akhirnya, konklusi tembang penutup mengisyaratkan bahwa sang narator masih percaya pada sedikit cahaya, di hadapan seseorang yang tidak lagi melihat dirinya di hati orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDhJFpEzDSI/AAAAAAAAAI4/iv1R1Rc3Dnc/s1600/The%2BBlack%2BHeart%2BProcession.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDhJFpEzDSI/AAAAAAAAAI4/iv1R1Rc3Dnc/s320/The%2BBlack%2BHeart%2BProcession.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492220106852470050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengharap kebahagiaan di sini, album ini bukan untuk yang sedang di ambang asmara dan baru saja mendapat ciuman pertama. Tidak terbatas pada kesakitan atas cinta, namun yang diusung meraup berbagai sisi dari melankolisme kegagalan. Tidak masalah mau kau dengarkan di siang bolong, atau malam hari, album ini adalah sebuah masterpiece dari keputusasaan manusia, dan lebih tepatnya, mengarahkanmu untuk berintrospeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;recommended : Tropics of Love, Broken World, A Cry for Love&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-7251068040454606618?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/7251068040454606618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/07/black-heart-procession-amore-del.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/7251068040454606618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/7251068040454606618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/07/black-heart-procession-amore-del.html' title='The Black Heart Procession - Amore Del Tropico'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDhI55Uwl_I/AAAAAAAAAIw/q4p4If2Xj_E/s72-c/Amore_Del_Tropico-The_Black_Heart_Procession_480.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-5145492949373699800</id><published>2010-07-09T15:54:00.016+07:00</published><updated>2010-07-10T17:38:04.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='No Knife'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><title type='text'>No Knife - Riot For Romance</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDcJIaizjaI/AAAAAAAAAII/epG2WPCWock/s1600/riot+for+romance.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDcJIaizjaI/AAAAAAAAAII/epG2WPCWock/s200/riot+for+romance.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491868310770519458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai mengikuti seleksi untuk masuk PT, saya merasa lelah dan ingin pulang ke Semarang.  You know, meeting friends for the last time since i didn't make it to prom. Sesampainya di Semarang, ternyata beberapa masalah yang sebelumnya ada muncul kembali. Awalnya saya ingin bertemu seseorang yang spesial bagi saya karena dia sms minta untuk pulang  ke Semarang. Yahh, saya terlalu berharap, dan akhirnya kembali lagi saya terjebak masalah anak muda sekarang ini. Bukannya istirahat dan bersenang-senang, malah pusing patah hati. Di saat seperti ini, saya mengunduh banyak sekali album dari band bergenrekan indie, dengan berpatokan pada similar artists list yang saya dapat dari band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pretty Girls Make Graves&lt;/span&gt; (band keren!). Salah satunya adalah band &lt;span style="font-style: italic;"&gt;No Knife&lt;/span&gt;, dengan albumnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Riot For Romance&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;No Knife&lt;/span&gt;, adalah band indie dari San Diego, CA, yang memiliki banyak sekali elemen musik. Pada album keluaran tahun 2002 ini, kau bisa mendengar berbagai macam variasi lagu, dari rock ke post-rock, math rock, maupun ballad dengan nuansa space rock. Kita mulai dari track pertama dahulu. Ritem gitar yang diulang-ulang secara post-punk, dan bass yang bouncy langsung disuguhkan. Vokal dari Mitch Wilson yang terdengar jernih dan sangat angst-ridden/emo meneriakkan protesnya untuk kepura-puraan, tema dari lagu "Riot For Romance", title-track juga pembuka ini. Mereka mampu menciptakan constant-catchiness, di mana pendengar mau tak mau (pastinya mau) terus mendengar lagu karena setiap not bagaikan hipnotis, nyaris tak membantah. Saat beralih ke track kedua "Permanent For Now", mereka menyuguhkan lagu rock dengan kekuatan pada ritemnya, yang entah kenapa sama asyiknya dengan lagu reggae, yang berhenti minum obat dan akhirnya serius mengolah ritem yang benar benar oke. Very recommended.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua lagu di atas saya jadikan perwakilan dari album ini. Keseluruhan, mereka menyuguhkan ritem ritem yang catchy dan sangat orisinil, kadang asing seperti Sonic Youth ("Swinging Lovers") namun punya efek yang kuat. Permainan instrumen yang sama dalam 4 atau 8 bar bagian lagu, tidak akan membuat bosan karena sangat catchy (makan tuh catchy, dengar lagu "The Red Bedroom" yang penuh hook dan melodi ala indie rock). Tidak ada yang mencoba menang sendiri, meski memang album ini dominan suara gitar, tapi bukan instrumentalis. Ada juga sesuatu yang jarang pada album ini, yaitu elemen surprise. Seperti misalnya bagian pendek dari "Parting Shot", berawalkan petikan gitar spastik yang stylish lalu berubah menjadi garang. Tadi saya bilang variasi? Lagu "Feathers And Furs", boleh didebat, tapi ini salah satu ballad yang sangat melankolis dengan tetap menjaga unsur rock. Saat masuk ke bagian chorus, nuansa 'kegagalan' sangat terasa. Ritem dari gitar dan drum bermain minimalis/monoton, namun disitulah kekuatan lagu ini, feeling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Knife tidak bermain seperti band band prog lainnya, yang mengeksplorasi dan memainkan musik-musik yang lamanya untuk didengar. Eksperimen mereka cut-to-the-point, no bullshit. Yang mereka lakukan adalah menciptakan sesuatu yang baru, berbeda, dan sama kuatnya dengan album-album dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fugazi, Jawbox, &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;At The Drive-In&lt;/span&gt;. Tidak ada kesan terburu-buru, rata-rata mereka mengeksekusi permainan pada tempo sedang. Secara songwriting, album ini tetap pada verse-chorus-verse-chorus, tapi dengan vokal yang haunting secara alamiah. Album ini bukan tidak ada lemahnya. "Flechette", mungkin hanya satu-satunya lagu yang terdengar tumpul. Selain itu, elemen space rock juga tidak selalu berhasil, seperti pada lagu instrumental "May I Call You Doll", yang seandainya saja dipoles lebih lanjut. "This Moonlife", lagu terakhir album ini tidak mengecewakan dari segi space rocknya, mengingat lagu ini sendiri penutup (harus bagus), and yeah, its overflowing with sad, calm, blue-spacey atmosphere. Secara lirik, mungkin memang tren bagi band indie untuk menulis lirik yang abstrak,  subjektif,obskur..tapi tidak ada salahnya, toh di sini tidak ada tema lirik yang terdengar garing dan basi, seperti cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDcItWXc8-I/AAAAAAAAAH4/G1riR2kGUUU/s1600/no+knife.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 220px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDcItWXc8-I/AAAAAAAAAH4/G1riR2kGUUU/s320/no+knife.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491867845792691170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini susah untuk dikategorikan. Sebut saja rock, indie, tapi hanya untuk yang berpandangan terbukalah yang dapat menikmati album ini. Yeah, we need something rocks like this. Original, distinct, catchy, melankolis, dengan alasan apa untuk tidak suka dengan album ini? Cocok sekali didengar saat kau hanya sendiri saja di malam hari. Saya akan terus mencari album album berkualitas, nantikan saya di post berikutnya gan. Mohon komentar untuk review saya, apakah baik, jelas, susah dimengerti, atau banyak bullshitnya. Saya ingin bermellow ria dahulu dengan Feathers And Furs..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;recommended: Riot For Romance!, Permanent For Now, Feathers And Furs, The Red Bedroom&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-5145492949373699800?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/5145492949373699800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/07/no-knife-riot-for-romance.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/5145492949373699800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/5145492949373699800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/07/no-knife-riot-for-romance.html' title='No Knife - Riot For Romance'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/TDcJIaizjaI/AAAAAAAAAII/epG2WPCWock/s72-c/riot+for+romance.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-4285766188195425406</id><published>2010-05-08T16:03:00.008+07:00</published><updated>2010-07-17T12:17:33.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lillies and Remains'/><title type='text'>Liliies and Remains - part of grace</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lillies and Remains - part of grace&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-U8E0aw4lI/AAAAAAAAAHw/QswLdzd2HZk/s1600/rev090622_lillie_and_remains.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-U8E0aw4lI/AAAAAAAAAHw/QswLdzd2HZk/s200/rev090622_lillie_and_remains.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468843375999378002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah album yang suram di post sebelumnya, kali ini saya akan merekomendasikan sebuah band beraliran post-punk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-U68VSOUQI/AAAAAAAAAHY/j32hZNP-7mk/s1600/lillies_and_remains.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 166px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-U68VSOUQI/AAAAAAAAAHY/j32hZNP-7mk/s200/lillies_and_remains.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468842130691477762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album yang dirilis pada tahun 2009 ini, adalah salah satu album terbaik saya pada genre post-punk. Akan saya jelaskan kenapa. Pertama, album ini merupakan album post-punk yang meliputi banyak sound, seperti doom, industrial-goth, dance, dan pop. Penggunaan melodi gitar sangat prominen di sini, terutama pada ritem, verse, maupun interlude dan chorus, di mana serangkaian not-not harmonis dan catchy ala post-punk dimainkan berulang-ulang ataupun dengan variasinya. Di sinilah poin kedua. Gitar yang jadi kekuatan utama mood membagi album ini menjadi dua bagian, cahaya dan kegelapan. Di track pembuka, kau tidak akan percaya dengan sound post-punk yang sangat doomy juga mentah. Lebih terkejut lagi saat bagian 'cahaya' muncul. Perpaduan dua kubu ini sangat tepat menggambarkan apa yang akan kita dengar pada track selanjutnya, cahaya dan kegelapan. Hanya saja, kali ini dua mood yang berbeda itu akan saling bergantian tiap track, tidak seluruhnya dicampur. Bass dan drum juga tidak kalah, selalu menampilkan groove-groove ala industrial maupun post-punk yang sangat danceable, dalam tempo apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, industrial. Hilangkan bagian technonya dan ganti dengan instrumen ala kadarnya, gitar, bass, drum, dan vokal. Kenapa tidak? Band ini bisa saja menggantikan dj dj di klub malam dengan lagu lagu mereka yang sangat goth namun tetap groovy, seperti "The Fake" dan "Poles Apart". Bagi mereka yang ingin mendengar sesuatu yang lebih pop dan mudah dicerna, dengarkan lagu "Wreckage" yang masih kental dengan post-punk ala &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bloc Party&lt;/span&gt;, ataupun title-track "Part of Grace" yang playful dan mid-beat. Penasaran dengan yang lain? Lagu "Grind" mengambil sound rock n roll dan menggabungkannya dengan post-punk. Tiap lagu yang pasti memiliki goyangannya, tidak terkecuali single mereka "Moralist S.S." yang ngerock. Tentu, keberhasilan semacam ini memiliki formula tertentu. Intro yang bakal mengajakmu ke lantai, diikuti vokal yang selaras intensitasnya,  chorus yang penuh goyangan, interlude dan post-chorus yang melodis, dan akhirnya konklusi fun yang membuatmu meminta encore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk vokal, ini sesuatu yang unik. Sang vokalis mengambil nada rendah yang erat dengan disco. Yes, suaranya betul betul mengomplementeri keseluruhan musik yang ada. Berat dan misterius, terutama pada "Unmade Schemer". Lirik juga mengambil jalan yang sama dengan musiknya. Selalu memiliki dua sisi yang berbeda pada satu kalimat, sehingga tergantung pada yang mengartikannya. Oh, aku lupa mengatakan kalau ini band yang berasal dari Jepang, tapi menyanyi dengan bahasa Inggris yang tidak buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-U7Xa6MOSI/AAAAAAAAAHo/UDIMFE8bjLE/s1600/LILLIES_AND_REMAINShhh.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-U7Xa6MOSI/AAAAAAAAAHo/UDIMFE8bjLE/s200/LILLIES_AND_REMAINShhh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468842596057757986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini punya style. Dengan sound industrial yang gelap dan mentah seperti itu, dijamin cewek cewek gothik di sekolahmu akan ikut bergoyang di lantai dansa. Band untuk prom night tidak perlu romantis. Just move your body around the floor, baby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;recommended: The Fake, Moralist S.S., Part of Grace, Unmade Schemer&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-4285766188195425406?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/4285766188195425406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/05/liliies-and-remains-part-of-grace.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/4285766188195425406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/4285766188195425406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/05/liliies-and-remains-part-of-grace.html' title='Liliies and Remains - part of grace'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-U8E0aw4lI/AAAAAAAAAHw/QswLdzd2HZk/s72-c/rev090622_lillie_and_remains.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-6997622848888111697</id><published>2010-05-07T19:15:00.011+07:00</published><updated>2010-05-07T22:03:28.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anathema'/><title type='text'>Anathema - A Natural Disaster</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anathema - A Natural Disaster&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-QZLBGhGgI/AAAAAAAAAHA/bfKvgFRBccs/s1600/natural+disaster.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-QZLBGhGgI/AAAAAAAAAHA/bfKvgFRBccs/s200/natural+disaster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468523524599650818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, saya coba untuk merekomendasikan satu album satu post, karena mungkin lebih gampang dilihat? Mungkin karena mood? Persetan, ini dia review saya yang ancur-ancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-QixAN7-iI/AAAAAAAAAHI/YQEWqzBleAk/s1600/anathema.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-QixAN7-iI/AAAAAAAAAHI/YQEWqzBleAk/s200/anathema.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468534072802015778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekilas info sejarah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anathema&lt;/span&gt; adalah band asal Liverpool yang pada awalnya bersama-sama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My Dying Bride &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Paradise Lost&lt;/span&gt; mengembangkan death/doom metal dan gothic pada masa tahun 90-an. Pada album yang dirilis pada tahun 2004 ini, mereka memainkan sound yang sangat atmospheric dan juga progressive. Dalam tema art rock seperti ini, tidak pernah melupakan band macam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Radiohead&lt;/span&gt;. Jelas sekali mereka terinspirasi. Tapi, daripada bermain-main dengan komputer, sound programming dalam album ini lebih terdengar sebagai pemanis, sekadar tekstur background. Ethereal wave yang teatrikal dan nge-rock dalam pembuka "Harmonium" betul betul menyetelkan mood album. Diikuti dengan track kedua "Balance", dengan iringan piano mid-beat yang penuh amarah tersirat menaiki puncak di mana gitar dan drum bertarung menuju antiklimaksnya. Dua track di atas sudah menunjukkan atmosfer seluruh album. Dark-rocking, gothic, melankolis, claustrophobic, depressing, dan mellow soft yang radio-friendly, tapi penuh kualitas dan original, tidak membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, saya menyukai track "Are You There?", yang dibuka pelan dengan nuansa seperti menjelang pagi, hanya saja matahari digantikan sebuah bola es yang mencair karena hangatnya sinar semi-futuristik yang dipancarkan suara gitar pada menit 1:27. Sangat spacy. Sayang lagu ini berakhir terlalu cepat, padahal nuansa yang dipancarkan betul betul mellow. Jika kau menyukai lagu yang bisa mengosongkan pikiranmu sejenak, lagu "Childhood Dream" adalah pilihanmu. Dibuka dengan tawa balita dan diikuti petikan akustik dan sound-programming yang seakan membawamu kembali ke masa balitamu. Yah, sayang lagu ini hanya seperti interlude saja, hanya sebentar. Sisi agresif &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anathema&lt;/span&gt; juga tidak hilang, dibuktikan dengan lagu "Pulled Under at 2000 Metres a Second". Bass yang menderu-deru seperti derikan senar yang dihantamkan satu sama lain, vokal yang emosional, baik dalam clean-singing dan shouting, dan diikuti lagi dengan raungan gitar dan drum yang keras menjadi klimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tidak lupa band ini memasukkan suara wanita pada background di beberapa lagu. Namun pada title-track, lead vocal dinyanyikan oleh seorang wanita bernama Leon Douglas, yang melakukannya dengan gaya blues. Kalau kau penasaran dengan tema lirik pada album ini, jangan khawatir. Banyak yang bisa dirasakan oleh para depresser dengan lirik yang menyentuh keputusasaan, ketidakbisaan, dan masih banyak kesuraman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar suara elektronik yang dark? Dengar lagu "Closer". Vocoder yang asing bakal membuatmu menutup selimut dengan rapat hingga sesak nafas. Beberapa formula lagu juga diulang misalnya pada lagu "Flying", yang mengulang dari "Are You There?". Background sound, vokal, petikan gitar, ritem dan drum, lalu diakhiri oleh melodi gitar. Formula boleh sama, tapi keseluruhan musikalitas tetap beda. Sebelum track terakhir, "Electricity" mengambil format ballad yang dibalut denting piano dan petikan gitar yang sangat 'jujur'. Vokal selalu halus, penuh emosi, moody, sama sedihnya dengan Thom Yorke ketika bernyanyi. Album ini ditutup dengan "Violence", lagu dengan rentang 10 menit. Permainan piano yang sangat gothic, diikuti dengan ritem yang brooding, agresif, dan melodi yang seperti menusuk setiap ujung kesendirian sebelum akhirnya kembali dengan permainan piano yang melankolis, yang perlahan menunjukkan jalan menuju terangnya cahaya pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-QksCxXuAI/AAAAAAAAAHQ/yLVzQw4-pbY/s1600/anathema1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-QksCxXuAI/AAAAAAAAAHQ/yLVzQw4-pbY/s200/anathema1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468536186611415042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, ini album yang sangat dark, moody, depresif, melankolis, namun juga memiliki sisi gelap yang tajam meski halus. Kelemahan? Naaah. Dari awal kau akan tenggelam ria dengan kesuramanmu, sampai akhirnya kembali menuju cahaya, tanpa harus pusing memikirkan di mana dirimu berada. Sulit dipercaya band yang awalnya bermain doom metal ini bisa seperti ini. Saya sendiri penggemar musik yang moodnya semangat, tapi takluk dengan album sesuram ini. Ya sudahlah review ini saya akhiri. Selamat bermuram durja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;recommended: Balance, Are You There?, Flying, Electricity&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-6997622848888111697?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/6997622848888111697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/05/anathema-natural-disaster.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/6997622848888111697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/6997622848888111697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/05/anathema-natural-disaster.html' title='Anathema - A Natural Disaster'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S-QZLBGhGgI/AAAAAAAAAHA/bfKvgFRBccs/s72-c/natural+disaster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-8764531157699126806</id><published>2010-03-25T18:56:00.007+07:00</published><updated>2010-03-26T19:11:07.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Closure in Moscow'/><title type='text'>Closure in Moscow</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaaaaay! New band again! Kau tahu, aku tidak pernah berhenti mencari musik yang baru untukku sendiri, tak peduli lama atau baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S6tY3G9sAwI/AAAAAAAAAG4/Jqq4agiGaXc/s1600/cim.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S6tY3G9sAwI/AAAAAAAAAG4/Jqq4agiGaXc/s320/cim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452549477647516418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Closure in Moscow&lt;/span&gt; dari Australia, dengan albumnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;First Temple&lt;/span&gt;. Genre post-hardcore (yeah, i know, seharusnya rock, tapi dengarkan lagu "Sweet#hart"). Melihat di review-review, band ini sering dibilang campuran dari The Mars Volta, Minus the Bear, The Fall of Troy (yg sayangnya sudah bubar). Murninya pop dilihat dari songwriting, tapi saat mengacu pada keahlian bermusik, bayangkan saja suara ketiga band di atas digabung. Dibandingkan dengan band genre sejenis lainnya, CIM punya sound yang lebih soft (jazzy intro pada "A Night at the Spleen"), danceable, progressive, approachable, tehnikal matcore yang kental di aransemen, sedikit blues ("I'm A Ghost of Twilight"), melodik, bahkan bermain main di musik ambien pada interlude "Permafrost". Track pembuka "Kissing Cousins" menunjukkan skill mereka bermain melodi dan tehnik. Nuansa mathcore terasa pada "Vanguard" yang bursty dan "Deluge" yang lebih kalem, lebih ekstrim pada "Arecibo Message". Catchy vocal selalu muncul di tengah-tengah raungan musik. Sang vokalis Chris kadang suaranya mirip Thomas Erak atau Cedric. Terus diiringi bursting guitar melody, hentakan ritem tanpa celah, tight, catchy chorus, Chris menyanyi mengikuti alur, baik soft (selalu ada piano), maupun keras. Tak terbatas pada akustik di mana mereka masih menunjukkan tehnikaliti, melodi, meski hanya sebagai interlude sebentar pada "Couldn't Let You Love Me". Track terakhir "Had to Put It in the Soil" mengingatkan pada lagu pop rock sebagaimana mestinya, lengkap dengan sunny feel yang diberikan, dan lagi lagi tehnikaliti. Harus sangat ditekankan bahwa tehnikaliti sangat dominan, dapat dicerna, tidak abusive macam solo solo yang ke mana mana, dan unik. Singkat kata, kalau mau dengar versi pop dari Mars Volta, inilah dia. Memang agak derivative, tapi yang mereka lakukan sangat fresh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, meski kurang standout track dan kadang mudah terlupakan, ini sebuah album yang solid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S6tYu1fPBtI/AAAAAAAAAGw/TtjYbdzE_Pw/s1600/Closure%2BIn%2BMoscow%2Bl_a2909a2abd714409b0a427cf5390.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S6tYu1fPBtI/AAAAAAAAAGw/TtjYbdzE_Pw/s320/Closure%2BIn%2BMoscow%2Bl_a2909a2abd714409b0a427cf5390.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452549335517431506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-8764531157699126806?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/8764531157699126806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/03/closure-in-moscow.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/8764531157699126806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/8764531157699126806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/03/closure-in-moscow.html' title='Closure in Moscow'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S6tY3G9sAwI/AAAAAAAAAG4/Jqq4agiGaXc/s72-c/cim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-1180401639820003092</id><published>2010-03-10T05:24:00.054+07:00</published><updated>2010-03-25T19:55:03.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belvedere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arctic Monkeys'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sigh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Heathen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fact'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='L&apos;Arc~en~Ciel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='System of a Down'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mastodon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='At The Drive-In'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aborted'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='36 Crazyfists'/><title type='text'>More Music Recommendation</title><content type='html'>Alright. Beberapa rekomendasi musik tidak akan menyakiti. Simak berikut yang menurutmu oke, lagu lama dan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;System of a Down - Toxicity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eajHiRIOI/AAAAAAAAAFg/K5HKdyPo6Qo/s1600-h/toxicity.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eajHiRIOI/AAAAAAAAAFg/K5HKdyPo6Qo/s200/toxicity.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446992202436780258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band metal Amerika yang personilnya berdarah Armenia ini punya satu album yang classic. Yeah, Toxicity. Saat keluar pada tahun 2001, album ini langsung laris di pasaran. Sound nu metal plus songwriting original, riff angular, dan ritem yang unik, juga tidak melupakan sense commercial tanpa terdengar murahan. Album ini sangat bisa diakses siapa saja yang suka heavy metal dan tentu lirik yang idealis.  Semua track? Dari "Prison Song" yang meledak-ledak, sampai track terakhir "Aerial" yang mellow, tak ada cacat apapun. Single? "Chop Suey!" dengan vokal menarik dari Serj Tankian, langsung saja menghajar di setiap bagian kecuali chorus, yang mana sangat emosional, dan build-up yang dihasilkan dari improvisasi chorus. Nice. Semua filler beragam, dapat dibedakan, tetap heavy, dan konsisten dengan sound tradisional Armenia di antaranya. All-time recommended.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;At The Drive-In - Relationship of Command&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ea3i-ZjUI/AAAAAAAAAFo/cxOo7pyXqhU/s1600-h/relation.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ea3i-ZjUI/AAAAAAAAAFo/cxOo7pyXqhU/s200/relation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446992553399913794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah..terkutuklah kau yang tidak suka/belum pernah dengar band ini, terutama anak muda yang sekarang sukanya screamo" pop punk yang mementingkan rambutnya (kecuali yang bagus, Senses Fail dan Silverstein misalnya). At The Drive-In adalah band post-hardcore dari Texas. Sebenarnya band ini sudah bubar dari tahun 2001,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;tapi, tetap saja tak bisa berhenti kudengarkan album yang satu ini. Melodi gitar frenetik yang terus mengiringi nyanyian (teriakan) Cedric, selalu penuh energi, youthful energy! Lirik yang surealis, varietas mood lagu, dan nyanyian yang emosional (bukan emo!) adalah mengapa kau harus dengar album straight up rock satu ini. "One Armed Scissor" powerful anthem, "Sleepwalk Capsules" adrenalin-jotter, dan "Rolodex Propaganda" yang emosional adalah favoritku. Mengaku anak muda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arctic Monkeys - Favourite Worst Nightmare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ebPUBju2I/AAAAAAAAAFw/LTIdKALurvk/s1600-h/favourite_worst.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ebPUBju2I/AAAAAAAAAFw/LTIdKALurvk/s200/favourite_worst.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446992961703492450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indie dari Inggris ini, menggabungkan banyak unsur dance-rock dan post-punk pada sound indie mereka. Awalnya tidak terlalu suka, tapi dengan hook-hook macam art punk tiga riff (pada pembuka "Brianstorm") dan blast ke arah post-punk keras meski sound mereka soft, siapa yang tidak suka? "This House Is a Circus" adalah contohnya. Begitu banyak melodi yang catchy layaknya Franz Ferdinand kawin dengan The Strokes. Cowbell pada "Balaclava", rock n' roll dengan kadar ringan "Teddy Picker" jadi salah satu stand out track pada album. Songwriting Alex Turner jadi kekuatan besar Arctic Monkeys, mampu melejitkan mereka sekelas Oasis. Hanya sesekali melambatkan mood dan tempo, pada "Fluorescent Adolescent", "Only Ones Whos Know", dan  "505" tetap tidak membosankan seperti indie yang lain (sorry). Sayang cover album tidak sebagus musiknya. Dance baby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belvedere - Fast Forward Eats The Tape&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ebhP7IlzI/AAAAAAAAAF4/L8wqS33zblE/s1600-h/belvedere.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ebhP7IlzI/AAAAAAAAAF4/L8wqS33zblE/s200/belvedere.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446993269840451378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pikir F*B keren? Really? Bicara pop-punk dengan melodi yang infectious, high-velocity, dan riff-riff yang kadang terdengar metallic, inilah bandnya. Well, kadang F*B juga bagus, tapi aku lebih suka ini karena ada cutting sound dari gitarnya, rock pangkat dua. Dan..apakah ada yang bisa dibicarakan tentang pop-punk. Yang satu ini lebih ngerock ("Subhuman Nature"), lagu lagu yang mengalir bukan dengan begitu saja, penuh melodi dan kesulitan lagu (kompleksitas) yang lumayan di atas biasa. Nah, kalau kau suka pop punk, sudah jelas harus dengar band dari Calgary ini. Apalagi suara vokalnya kadang terdengar seperti Patrick Stump :-p. Hanya 15 track dalam 45 menit, Belvedere jadi favoritku di pop punk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Heathen - The Evolution of Chaos&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eb4Y2QuhI/AAAAAAAAAGA/9Osi_BaEI-A/s1600-h/heathen-the_evolution_of_chaos.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eb4Y2QuhI/AAAAAAAAAGA/9Osi_BaEI-A/s200/heathen-the_evolution_of_chaos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446993667372923410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heathen awalnya adalah band thrash lama sejaman-jaman Metallica. Kau kira aku akan merekomendasi album tahun 80-an? Hell no! The Evolution of Chaos, album ini keluar pada 2009, setelah para personilnya memutuskan untuk kembali dan mengiris gitar mereka dengan semangat baru. Jadi, apakah seperti band thrash lawas? No! Soundnya sangat modern, dibangun atas fondasi thrash kala itu, inventive, sharp, and thick riffs dengan drum yang menderu-deru ("Fade Away"), trading shredding solo ("Control By Chaos)",  dan lagu-lagu yang lama durasinya ("No Stone Unturned", durasi lama bisa relatif menyenangkan untuk beberapa orang) bagi kau yang ingin bermoshing lebih riang. Songwritingnya pun tidak buruk, kadang melodik, meski kadang hanya terdengar seperti shout-shout saja.  Pada pertengahan ada lagu perjuangan "A Hero's Welcome" yang sangat folky, meski tetap thrash (juga pada "Arrows of Agony")! Heathen benar adalah penyelamat thrash. Dengar saja lagu pertama "Dying Season" setelah intro bernuansakan timur tengah dan rasakan tepat di mukamu. Thrash is not dead!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mastodon - Leviathan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ecG4OISjI/AAAAAAAAAGI/Q4ybcO5Z0_4/s1600-h/album-leviathan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ecG4OISjI/AAAAAAAAAGI/Q4ybcO5Z0_4/s200/album-leviathan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446993916312701490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah band sludge/progressive/alternative/whatever dari Atlanta. Di albumnya yang terbaru seperti Crack the Skye, atau Blood Mountain, Mastodon lebih mengeraskan suaranya. Di album ini, atmosfer sludge sangat terasa halus dan kompleks ("Blood and Thunder"). Sesuai temanya, laut, mendengarkan album ini serasa mendengarkan raungan ombak dan samudra yang sangat gelap, tak terbatas dan luas. Oh, tidak ini bukan band ambient yang sangat membosankan. Ini metal yang sangat berat,  dengan sedikit post-hardcore dan thrash bahkan country ("Megalodon"). "I Am Ahab", "Seabeast", "Iron Tusk" memberikan sound yang sangat unik, dan drum yang sangat variatif. Dengan ending " Joseph Merrick" yang sangat eerie, seperti sendirian di laut tenang, terhanyut, lengkap sudah perjalanan  ini. Well, just hear this one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fact - Fact&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ecXJVCIXI/AAAAAAAAAGQ/JACBrCmgX04/s1600-h/fact.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ecXJVCIXI/AAAAAAAAAGQ/JACBrCmgX04/s200/fact.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446994195782967666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan merekomendasi sesuatu yang membuat orang selalu menyangkal. Fact adalah band uhh..well, think of iwrestledabearonce (Kilms dan Thirteen digabung, kalo masih susah), pada bidang elektroniknya, seperti disco, autotune, breakbeat. Yang beda adalah, banyak melodi yang catchy ("Why.."), lagu dengan format pop-punk ("Los Angels" dan "Reborn"),thrash metallic ("Chain" dan "Co-3"), drumming yang kreatif, aggresive growl, dance, kadang emo, kadang melankolis layak ambien ("Merry Christmas Mr.Lawrence"), lagu sealbum dengan durasi di bawah 3 menit rata-rata, flow yang natural, riff-riff tight, dan banyak genre yang masuk di dalamnya. Tidak hanya sekedar gado-gado asalan, album debut 2009 ini adalah campuran yang terkontrol kelezatannya. Bas? Berkatilah tuhan, basnya terdengar membara. Di panggung, band ini memakai topeng noh seperti slipknot. Tahu kenapa mereka bisa saja menggabungkan semua elemen genre? Yup, band Jepang terkenal sangat pintar dalam hal ini (9mm Parabellum Bullet, Sigh, Tokyo Jihen, sebagai catatan). Di sini aku agak heran tentang budaya barat yang begitu ngetrend di negara kita setelah sekian lama..Fact aja yang dari negara tidak ikut trend barat (floppy hair, thick rimmed glasses, vokalis Fact aja belah tengah) musiknya bisa lebih nonjok daripada kita. Bahkan album ini sudah terkenal di web" review!! Siapa yang tidak setuju dengan single "A Fact of Life"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sigh - Imaginary Sonicscape&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ecxYAGvGI/AAAAAAAAAGY/wgqgH6Zquik/s1600-h/siiiggghh.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5ecxYAGvGI/AAAAAAAAAGY/wgqgH6Zquik/s200/siiiggghh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446994646398319714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiaplah untuk mimpi burukmu para rocker yang monoton pada rilisan berikutnya. Hal itu tidak berlaku pada band Sigh,  yang bermula sebagai black metal dengan signature solo pada gitarnya (Iron Maiden), kemudian terus menjadi avant-garde pada rilisan album berikutnya, terus bereksperimen pada poros keyboard/synthesizer. Di album ini, ideologi itu terealisasi. Dengan format basic riff-riff Black Sabbath tetapi mid-tempo, ditambah polesan keyboard doom yang menampilkan elemen berikut, klasik ("Corpsecry - Angelfall", reggae ("Scarlet Dream"), lounge-jazz ("Nietzchean Conspiracy"), kungfu disco ("Sunset Song"), dan masih banyak lainnya. Terutama solo gitar sangat menggoda, Iron Maiden pasti bangga. Saat mendengar lagu ini, kau akan berkata 'Apa yang mereka pikirkan sebenarnya?'. Penuh surprise, tak pernah terdengar terpaksa. Top quality black metal from Japan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aborted - Slaughter &amp;amp; Apparatus : Methodical Overture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eaIHb-TDI/AAAAAAAAAFQ/0D8PpFly57Q/s1600-h/aborted+saamo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eaIHb-TDI/AAAAAAAAAFQ/0D8PpFly57Q/s200/aborted+saamo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446991738553912370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan penggemar setia death metal, maupun orang yang bisa mencerna kekompleksannya. Band death metal yang saya dengarkan seperti Scar Symmetry, dan Arch Enemy (bukan garis keras). Tapi entah kenapa, saat mendengar satu lagu pembuka "The Chondrin Enigma", saya tertarik pada groove-nya (terutama menit 02:06), maupun distorsi rendah gitar, solo yang orang bilang ciri khasnya death metal, blast-beat yang luar biasa cepatnya (ratatatatatat), dan clean and growl singing yang tersusun rapi. "Avenious" sepertinya jadi salah satu favorit grinderku pada album ini, dengan mid-tempo heavyness yang cadas. Ada synthesizer pada "And Carnage Basked in its Ebullience"! Oh, track terakhir! Aku ingat dengan intro yang dark dan berlanjut sepanjang lagu "Underneath Rorulent Soil". Meski pada lagu-lagu berikutnya saya tidak hapal (tidaak) mana yang bagaimana, album ini punya sound brutal yang unik, tersusun apik, yang terus saja menarik saya untuk mendengarkannya dengan beberapa influens melo-death, meski saya tidak suka grindcore. Produksinya benar benar bersih. Setelah album selesai, saya merasa puas, meski tidak hapal sepenuhnya. Banyak solo, blast-beat oke, benar-benar grinding. Well, buat yang suka cepat dengar yang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;L'Arc~en~Ciel - Dune&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eZ-payqOI/AAAAAAAAAFI/D8XuCPMImx4/s1600-h/laruku_a_cover-01-DUNE.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eZ-payqOI/AAAAAAAAAFI/D8XuCPMImx4/s200/laruku_a_cover-01-DUNE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446991575877069026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak kenal band ini? Banyak, tapi tetap saja kau tak akan bisa menyangkal sound pop-rock yang sekreatif ini pada tahun-tahun 1996 sampai 2007, sembari mengikuti perjalanan band ini. Well, Dune, sebenarnya album debut Laruku pada tahun 1992 sebagai band indie. Soundnya sangat raw, vokal emosional, ritem dan solo gitar Ken yang mampu menyentuh not-not 'this is it', dan tak lupa signature style dari sang bassis Tetsu, permainan melodis sepanjang album, bahkan karirnya! Ada banyak sound timur-tengah ("Enticher"), dreamy vocal dari Hyde, atmospheric song ("As If In a Dream"), dan piano-ballad "Ushinawareta Game". Menurutku, ini album terbaik dari band pop rock yang sekarang sudah sangat terkenal di pelosok desamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seringai - Serigala Militia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5edL7XCEzI/AAAAAAAAAGg/v7qZp8-JCE4/s1600-h/seringai.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5edL7XCEzI/AAAAAAAAAGg/v7qZp8-JCE4/s200/seringai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446995102566322994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yo, kembali ke lokal. Maaf saja, saya jarang mendengar musik lokal selain yang satu vibe seperti Seringai (metal). Jujur saja, saya tidak suka kebanyakan stoner karena banyak ruang pada lagu yang sengaja dibiarkan kosong, ataupun riff-riff yang itu itu saja, diulang-ulang tanpa improvisasi atau elemen surprise, sehingga membuat saya bosan (we're looking at you the s*g*t). Seringai yang mengusung stoner metal ini, terdengar lebih gahar, penuh breakdown, jarang sekali melambat, terutama suara gitar yang sangat tebal (pake apa ya?), plus vokal cadas Arian13 yang oke punya teriak-teriak dengan lagu sing-along ("Serigala Militia").  Terkutuklah bassis metal karena tidak membiarkan suaranya terdengar jelas tanpa headphone, tapi tidak apa-apa. "Berhenti di 15" pembuka yang asyik, apalagi mabok. "Psikedelia Diskodoom" mampu menghajar lebih jauh dengan apa namanya, permainan drum yang kedua tangannya pada hi-hat..sehingga terdengar groovy sepanjang lagu, tambah lagi solo yang ritmis. "Amplifier" mewakili feel yang sangat dark pada genre album ini, tapi tetap headbangable. "Citra Natural" juga sangat mengesankan. Bagaimana stoner bisa segini dark. Track-track berikutnya pun tak masalah, sampai "Marijuanaut". Lagu ini, dengan durasi yang panjang 9 menit, kurang kompleks, meski dengan riff-riff yang adiktif. Lalu ada gospel dari penyanyi cewek (argh, lupa lagi namanya) di verse awal yang kemudian hilang di verse berikutnya, tapi tidak apa karena keseluruhan memberikan dinding suara hitam yang sangat tebal. Di samping itu, album ini kurang variatif (atau karena konsisten?). Kembali, di track terakhir Seringai tetap menghajar habis gila, BEEHHH. High octane rock? Absolutely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;36 Crazyfists - Rest Inside The Flames&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5fF32kB6RI/AAAAAAAAAGo/i4ywQplBu6M/s1600-h/36cf+ritf.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5fF32kB6RI/AAAAAAAAAGo/i4ywQplBu6M/s200/36cf+ritf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447039837658016018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hooray! 36 Crazyfists! Sebelumnya sudah diulas pada post sebelumnya, tetapi tak apa, kita review yang satu ini. 'BETWEEN THE SEASONS WE FIND ROOOM!!' Adalah hal pertama yang kita dengar, yaitu scream dari Brock Lindow sang vokalis, pada lagu pertama "I'll Go Until My Heart Stops". Band yang awalnya berformat sound nu metal, dengan basic lagu sedikit emo, menelurkan album puncaknya yang ketiga ini pada tahun 2006. Kali ini, sound metalcore lebih kental, dan tentu, songwriting yang menjadi keahlian khusus mereka meningkat jauh lebih baik. Brock menyelaraskan clean dan scream singing yang variatif, emosional (lagi), tanpa terdengar seperti emo lainnya. Scream dari Brock pun lumayan tinggi, setinggi Howard Jones. Dan itu hanya vokal. Di bagian gitar, sangat terasa bahwa hampir seluruh lagu dipimpin oleh Steve Holt, baik ritem, chorus, saat breakdown, maupun bagian yang tenang. Hal ini ditunjukkan pada "The Great Descent", di mana Brock dan Steve sama sama menunjukkan kemampuan supernya pada lagu ballad yang penuh semangat. "On Any Given Night", "Midnight Swim", "Aurora" memberikan feel yang lebih menarik dari emo di bagian vokal, sementara musikalitas tetap tak terbendung. "Elysium", track yang penuh dengan scream dan breakdown ini mewakilkan semangat hardcore 36 CF, dan turut serta Howard Jones memberi vokal pada track ini. Ritem pada drum dan bass sepanjang album tidak pernah membosankan, selalu fresh. Lagi-lagi bas tidak terlalu terdengar..Diakhiri dengan lagu "The City Ignites", merupakan lagu "Midnight Swim" yang dikerjakan ulang dalam versi akustik, album ini terasa manis, meski penuh kemarahan berapi-api. Something emotional on metalcore? Pick this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya selesai jugaaa. Maklum sudah lama tidak ngeblog, jadi sekalian banyak saja. Yang saya dengarkan di atas adalah band yang punya style mereka sendiri, album puncak mereka (entah Aborted), dan memiliki sense untuk menggebrak ke mainstream, dan tentunya selera saya.. Menurut saya sih bagus.. :-p. Tambah post-post yang sebelumnya, these albums are my favourite for the decade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ribut, kau yang suka folk, pop, blues, electro, dan screamo"an. Shut up and just listen what you like.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-1180401639820003092?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/1180401639820003092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/03/more-music-recommendation.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1180401639820003092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1180401639820003092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/03/more-music-recommendation.html' title='More Music Recommendation'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S5eajHiRIOI/AAAAAAAAAFg/K5HKdyPo6Qo/s72-c/toxicity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-1827448506029113677</id><published>2010-01-04T19:47:00.008+07:00</published><updated>2010-01-05T21:12:45.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Morning After'/><title type='text'>The Morning After - Another Day Like Today</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Morning After&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S0HrLWNTjBI/AAAAAAAAAE4/f7bASDsDyfo/s1600-h/the+morning+after.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S0HrLWNTjBI/AAAAAAAAAE4/f7bASDsDyfo/s320/the+morning+after.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422874006503263250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S0HqHWZNcDI/AAAAAAAAAEw/FA8kgzzZ1aY/s1600-h/TheMorningAfter_-_AnotherDayLikeTod.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 316px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S0HqHWZNcDI/AAAAAAAAAEw/FA8kgzzZ1aY/s320/TheMorningAfter_-_AnotherDayLikeTod.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422872838322090034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Morning After&lt;/span&gt; adalah band indie Indonesia, tepatnya Jawa Timur (Malang?). Tidak, aku tidak akan membicarakan band macam PWG ato Kilms dan sebagainya, terlalu berat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Morning After&lt;/span&gt; cukup terkenal, diantaranya dengan mengeluarkan satu single dan album, juga masuk kompilasi LA Light indiefest vol.2. Genre yang mereka usung adalah adult-alternative rock, dengan pengaruh macam Foo Fighter, Goo Goo Dolls, dan Smashing Pumpkins. Kurangi distorsi gitar dan isi dengan suara petikan yang khas post-rock, plus songwriting yang lumayan bagus, dan jadilah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Morning After&lt;/span&gt;. Secara gaya, sepertinya mereka lepas dari embel-embel melayu dan emo-emoan, seperti layaknya anak kuliah biasa, dengan begitu tidak ada fans fanatik over seperti band yang disebutkan diatas. Nah, bukan gaya yang akan dibahas, tetapi album mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Another Day Like Today&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, benar-benar alternative rock! Itu kesan saat mendengar sampai tengah album. Coba dengar lagu "Monosyllabic Girl", mereka bermain dengan kekuatan penuh, tapi dengan suara yang tetap lembut ciri khas mereka. Variatif lagu tidak terlalu terlihat meski keseluruhan album sangat solid. Misal, lagu pembuka sudah cukup untuk mewakilkan feel satu album. Di tengah-tengah ada lagu yang akustik, sedikit mengurangi feel yang sudah didapatkan. "Dengar dan Diam" dan "1" menjadi highlight di sini. Lagu "Bukan Lebih Baik" memberikan improvisasi yang bagus, tidak over-play, kompak, meski kurang powerful. Kalau didengar lagi, lagu-lagu dengan tempo yang mid lebih menunjukkan keunggulan mereka. Dengan petikan melodis pada bagian rhythym, ditambah dengan suara vokal yang 'semu' semakin mempertebal atmosfir lagu macam itu. Yup, perasaan saat kau mencoba berlari tanpa henti, atau mengambang di udara dan kemudian perlahan menurun sangat terasa. Album ini berakhir dengan tembang akustik pula, yang sebentar, namun manis. Lirik disini memakai bahasa indonesia pada 4 lagu, dan bahasa inggris sisanya. Pelafalan lirik dalam inggris tetap oke meski ada beberapa kata yang pronounciationnya aneh. Beberapa lagu kurang dipoles, produksipun sepertinya masih sedikit kurang. Kalau dibandingkan, band ini sound-nya hanpir sama dengan Cascade, cuma beda pada atmosfir yang disuguhkan. Keseluruhan, album ini tidak mengecewakan. Sorry for the bad review, i'm not a good reviewer, just a good listener.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-1827448506029113677?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/1827448506029113677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/01/morning-after-another-day-like-today.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1827448506029113677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1827448506029113677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2010/01/morning-after-another-day-like-today.html' title='The Morning After - Another Day Like Today'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/S0HrLWNTjBI/AAAAAAAAAE4/f7bASDsDyfo/s72-c/the+morning+after.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-1262047107350500003</id><published>2009-11-23T21:07:00.006+07:00</published><updated>2010-01-05T21:02:29.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='36 Crazyfists'/><title type='text'>36 Crazyfists</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/Swqef6LcQYI/AAAAAAAAAEo/CCnYKhNVtnw/s1600/large_36_crazyfists.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/Swqef6LcQYI/AAAAAAAAAEo/CCnYKhNVtnw/s320/large_36_crazyfists.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407308573642080642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quite the metalcore, part emo, sometimes thrashy and nu metal, 36 Crazyfists have managed to carve their way to become one of the original, non generic, in the peer of metalcore and heavy metal music. Coming from Alaska which have been never heard any music from it (sorry), this quartet, certainly does know their way in creating much more melodic, inventive, fresh, all wrapped up under intelligent songwriting. First the vocalist, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brock Lindow&lt;/span&gt;, has somewhat unique nasal voice, high pitched screaming, sung in mixed style of every song part, thus differing from the screaming verses and clean choruses. That's not all. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Steve Holt&lt;/span&gt;, shred the guitar not in an overplayed, but keeping the vocal melodic with the same intensity. Bass and drums aren't that shine, but works very well. All summed up, the band maintained a very good teamwork on it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At their first album, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bitterness The Star&lt;/span&gt;, the guys launched somewhat thrashy, emo song structure in such nu metal way. The vocal might have fooled you, but he can sing very well, proved in later play. The second album, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;A Snow Capped Romance&lt;/span&gt;, seems like an emo hardcore entirely, with many blank passage left unpolished. When the third album hit the shelves, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rest Inside The Flames&lt;/span&gt;, the group become one of the best metalcore in terms of songwriting (sorry A7X and KSE). Not just that, every songs are structured carefully, crafted with such singing (scream), that not even any emo or hardcore band can hope to equal. Musically, guitar and drums really topped the mountains. They complement each other, not a single wasted breakdown, abusive solo and all, but a unique rhythym, and refreshing licks. Its definitely their best record to date. For those who want good singing in metalcore, grab them at once.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-1262047107350500003?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/1262047107350500003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/11/36-crazyfists.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1262047107350500003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/1262047107350500003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/11/36-crazyfists.html' title='36 Crazyfists'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/Swqef6LcQYI/AAAAAAAAAEo/CCnYKhNVtnw/s72-c/large_36_crazyfists.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-6513320303177312188</id><published>2009-10-11T13:52:00.016+07:00</published><updated>2010-01-04T20:48:13.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='9mm Parabellum Bullet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rin Toshite Shigure'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sleepy. ab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='No Consequence'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nevermore'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Killswitch Engage'/><title type='text'>Music Recommendation</title><content type='html'>Well, akhirnya bikin post soal musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9mm Parabellum Bullet - Termination (2007)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuP7n4XdQVI/AAAAAAAAADY/VG6FulNws9w/s1600-h/9mm+pb+termination.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuP7n4XdQVI/AAAAAAAAADY/VG6FulNws9w/s200/9mm+pb+termination.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396433441084227922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9mm Parabellum Bullet adalah salah satu band Jepang  beraliran alt-rock, yang secara straight-forward memadukan berbagai unsur genre lainnya tanpa mengorbankan konsistensinya. Siapa lagi yang bisa berpindah aliran dalam satu lagu (jazz to metal) tanpa terdengar terpaksa. Belum lagi permainan gitar yang catchy ala dance punk. Banyak lagu yang terdengar seperti dieksekusi oleh robot. Salah satu kelemahan band ini adalah suara vokalnya yang kurang tenaga, namun natural. Nah, ini band alternatif, apakah vokal begitu penting? Just scream your way, and bang through the guitar licks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rin Toshite Shogure - just A moment (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuP8ZwlGEAI/AAAAAAAAADg/QpC6yNTwrqA/s1600-h/cover.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 198px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuP8ZwlGEAI/AAAAAAAAADg/QpC6yNTwrqA/s200/cover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396434297987403778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah band dari jepang, beraliran post-rock. Tidak, tidak sama dengan di atas. Band ini lebih memanfaatkan formula yang berbeda pada tiap lagu, terutama isinya. Dari rapid paced-rock, perlahan-lahan mencampur aduk elemen berbeda tiap instrumen, kembali pada passage yang tenang, lalu hajar balik ke arah yang lebih keras. Album ini seperti badai topan yang ganas, yang kadang surut, lalu muncul kembali. Yup, band ini lebih pada tehnik yang mengalir, hanya saja pada post-rock genre.  Why don't you check my mixpod, i got the songs for both bands. You'll know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sleepy. ab - archive (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuP_xC8AJuI/AAAAAAAAADo/EAAraVqzWOE/s1600-h/archive.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuP_xC8AJuI/AAAAAAAAADo/EAAraVqzWOE/s200/archive.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396437996587198178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band post-rock ini sudah dibahas, tapi bagaimanapun juga tidak ada matinya. Seandainya Radiohead mellow, penuh dengan twinkling sound, dan vokal yang melankolis sekali, akan jadi band inilah. Bahkan lagu mereka yang upbeat sekalipun bisa membuatmu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Killswitch Engage - As Daylight Dies (2006)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuQBtqqOOwI/AAAAAAAAADw/_GrFOKoiBys/s1600-h/13131.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuQBtqqOOwI/AAAAAAAAADw/_GrFOKoiBys/s200/13131.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396440137553820418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band ini benar-benar nonjok abis. Dengan genre metalcore, mereka berhasil memadukan melodi dan ritem yang betul-betul tidak terdengar kasar meski bermain brutal, harmonis dalam breakdown yang fresh, dan lagu emosional yang tidak hanya teriak-teriak saja.  What more can i say? Get this now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No Consequence - In The Shadow of Gods (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuQE5Zn4QWI/AAAAAAAAAD4/rE4OT1UIAmg/s1600-h/in_the_shadow_of_gods_366x366.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuQE5Zn4QWI/AAAAAAAAAD4/rE4OT1UIAmg/s200/in_the_shadow_of_gods_366x366.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396443637673902434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band technical metalcore ini baru saja merilis debut pertamanya. Percayalah, mereka lebih berenergi daripada kratingdaeng, red bull, kuku bima, dan purwoceng dijadikan satu. Dengan mengandalkan formula yang rumit, diiringi meodic twin guitar attack, dan rentetan double pedal drum, ini bukan sembarang metalcore, mengetahui bahwa melatih dan menghapalkan sealbum rumit ini tidaklah mudah. Meski begitu, melodi gitar kadang terdengar lebih user-friendly, dan yup, ini salah satu band yang bisa diingat sekali dengar, tidak seperti kebanyakan. Lagu-lagu mereka akan membuatmu berenergi penuh, daripada mematahkan lehermu. Berani coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nevermore - This Godless Endeavor (2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuQI24-cIrI/AAAAAAAAAEA/IfyZJRSYipw/s1600-h/nevermore__this_godless_endeavor.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 197px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuQI24-cIrI/AAAAAAAAAEA/IfyZJRSYipw/s200/nevermore__this_godless_endeavor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396447992596931250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru heavy metal. Berasal dari generasi 90-an, tidak menghalangi mereka memanfaatkan riff-riff modern. Dengan terus mengembangkan musik mereka (lagu mereka tidak pernah terdengar jadul), Nevermore berhasil menjadi salah satu band top heavy metal. Di album ini, mereka terdengar lebih brutal, berat, dan lebih berkualitas. Banyak sound yang terdengar sangat dark. Salah satu kelemahan album ini adalah banyaknya lagu pelan di tengah album. dan vokal yang kadang hampir tidak bisa didengarkan. Eits, jangan mundur dulu, dengarkan lagu kedua album ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Final Product&lt;/span&gt;, yang mana semua penggemar metal pasti setuju dengan lagu ini. Dengarkan ini jika kau adalah penggemar heavy metal murni.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-6513320303177312188?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/6513320303177312188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/10/music-recommendation.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/6513320303177312188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/6513320303177312188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/10/music-recommendation.html' title='Music Recommendation'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SuP7n4XdQVI/AAAAAAAAADY/VG6FulNws9w/s72-c/9mm+pb+termination.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-2297705512550462628</id><published>2009-09-16T22:42:00.004+07:00</published><updated>2009-09-16T22:54:43.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar-gambar'/><title type='text'>pixel header</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SrEHelZrvAI/AAAAAAAAADQ/592DX683N1M/s1600-h/gtrjuykmjnbrvefdc.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SrEHelZrvAI/AAAAAAAAADQ/592DX683N1M/s320/gtrjuykmjnbrvefdc.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382091251701758978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, you can see it. This is my picture for the new header. I got an idea of a signboard hanging on a tree, and well, this is it. I'm not that skilled in using computer program to create such picture. I prefer to draw it by myself though. I should just draw heads hanging, shaped into three 6s and covered in blood whatsoever. But if you look carefully, i'm using a pixel-based program to create the header. It is my first time trying it, and well, here it looks. I still have to study hard about using computer..can anyone tutor me further?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, it is monotone, i'm too damn suck in creating shading in the picture. Signboard is okay, but trees and bushes, pretty well not. I'm still confused in creating the color for green. I have to say the clouds are pretty strange as well..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next! I'm planning to draw &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Roronoa Zoro &lt;/span&gt;in pixel and with my own hand! I'm gonna create something dark for the header! And i thought this blog gonna be used for music though..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-2297705512550462628?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/2297705512550462628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/pixel-header.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2297705512550462628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2297705512550462628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/pixel-header.html' title='pixel header'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SrEHelZrvAI/AAAAAAAAADQ/592DX683N1M/s72-c/gtrjuykmjnbrvefdc.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-3557796529776830296</id><published>2009-09-10T21:20:00.012+07:00</published><updated>2009-09-10T21:53:23.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar-gambar'/><title type='text'>drawing</title><content type='html'>Yeaaahh!!!&lt;br /&gt;This time, i'll show you three pictures in this post! These pictures are drawn by myself. What do you think, huh? Check the first one.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkOLvni0xI/AAAAAAAAACo/C4FUYi7u3jA/s1600-h/n1650481746_192919_5043133.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkOLvni0xI/AAAAAAAAACo/C4FUYi7u3jA/s320/n1650481746_192919_5043133.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379846824794444562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkOBORIVSI/AAAAAAAAACg/3VKrVkQ-zpw/s1600-h/Me+anime.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkOBORIVSI/AAAAAAAAACg/3VKrVkQ-zpw/s320/Me+anime.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379846644043371810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, what i'm drawing is the anime of the picture above it. That's me, you know? Black suits all. The glasses' reflection is kinda strange, though..Check the next one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkOtdmkSUI/AAAAAAAAACw/sOKMHlQblaY/s1600-h/Hajgbd.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkOtdmkSUI/AAAAAAAAACw/sOKMHlQblaY/s320/Hajgbd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379847404074060098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*fight!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And its a drawing of me with Kyo Kusanagi jacket and shirt, of King of Fighter. Took me long enough about the eyes. The paper went black when i erased it for twenty times. And for the next one is..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkPTH6ps4I/AAAAAAAAAC4/SRBEAnPZk_A/s1600-h/Yuyu.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkPTH6ps4I/AAAAAAAAAC4/SRBEAnPZk_A/s320/Yuyu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379848051087750018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*shiver*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I kinda thought about drawing a kimono girl. When i stopped a while to think of the pattern, i came to remember Yuki-onna. Or rather, snow woman. For some reason, i'm really happy when i can draw these kind of thing! Yay!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-3557796529776830296?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/3557796529776830296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/drawing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3557796529776830296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3557796529776830296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/drawing.html' title='drawing'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqkOLvni0xI/AAAAAAAAACo/C4FUYi7u3jA/s72-c/n1650481746_192919_5043133.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-3075060583530732163</id><published>2009-09-06T10:32:00.005+07:00</published><updated>2009-09-07T17:59:08.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J Music'/><title type='text'>band of the day - sleepy ab.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqMyG14fw8I/AAAAAAAAABw/J9Xhv1QHM0E/s1600-h/sleepy_ab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqMyG14fw8I/AAAAAAAAABw/J9Xhv1QHM0E/s400/sleepy_ab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378197473135150018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yeah, i was searching for music, then i came across this band. They are &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sleepy ab.&lt;/span&gt;, a shoegaze band from Japan. You probably wondered why shoegaze, and why Japan of all place. Well, knock that off. This band is user friendly, creating dreamy pop, full of delicate, twinkling sounds, and ethereal vocals. They have a flowing, floating soundscapes, much like ambient, but work as a solid post-rock band than ambient. If there's a way to put it, think of a flowing river, calm meadow with blue sky. They have released four studio albums so far. I like their song &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Melody,&lt;/span&gt; it is so beautiful, yet familiar in ear. Well, the other songs are good, plus, they have cool music video too. I recommend for you to hear the &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Archive &lt;/span&gt;album. Why don't you check it out?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-3075060583530732163?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/3075060583530732163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/band-of-day-sleepy-ab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3075060583530732163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/3075060583530732163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/band-of-day-sleepy-ab.html' title='band of the day - sleepy ab.'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqMyG14fw8I/AAAAAAAAABw/J9Xhv1QHM0E/s72-c/sleepy_ab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-6335463995713684607</id><published>2009-09-05T21:30:00.008+07:00</published><updated>2009-09-06T10:24:53.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar-gambar'/><title type='text'>drawing practice</title><content type='html'>Right! This time i'm serious in posting something. Just tonight i tried drawing a picture of anime character. I used pencil first, and it looks like this&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqJ4SQ5_VlI/AAAAAAAAABY/1o0wF4UIvCg/s1600-h/DSCI0015.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqJ4SQ5_VlI/AAAAAAAAABY/1o0wF4UIvCg/s400/DSCI0015.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377993160204965458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;That's right. If you can recognize it, it is Gray from Fairy Tail. I was confused about the proportion, and made me erase it several times. Then, i went to draw the line with a marker..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqJ54wl0AcI/AAAAAAAAABg/AhEKQ588PYY/s1600-h/DSCI0034.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqJ54wl0AcI/AAAAAAAAABg/AhEKQ588PYY/s400/DSCI0034.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377994921056928194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yess! If you can see it clearly, the eyes are blocked with the marker..How foolish of me. I should have used something thinner, as several lines are crossed with the marker. And so, i tried to color it. Manga doesn't give color except the cover, but then hey, let's try coloring!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqJ77eWIlNI/AAAAAAAAABo/5EI1MyzxcvU/s1600-h/DSCI0042.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqJ77eWIlNI/AAAAAAAAABo/5EI1MyzxcvU/s400/DSCI0042.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377997166722192594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadaa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm not an expert colorist, and this thing made me experiment. The black boot is fine, but i was getting headache about what color for the outfit. Gray is an ice wizard, so i thought some blue will be fine for the shirt. The pants? It will look too gothic if i give another black. So i used grey. Actually, it is black, but drawn lightly. For the coat, i'll leave it just white. Foolishly, i tried to color the skins too..I guess i failed this one. Beige-pink for skins? What am i thinking..I never know how to draw the right color for human skins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, what do you think? Not bad if i say so.&lt;br /&gt;Watch out for the background music.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-6335463995713684607?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/6335463995713684607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/drawing-practice.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/6335463995713684607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/6335463995713684607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/drawing-practice.html' title='drawing practice'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NqNxj79EfEQ/SqJ4SQ5_VlI/AAAAAAAAABY/1o0wF4UIvCg/s72-c/DSCI0015.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1548507549354252517.post-2036807858200255909</id><published>2009-09-03T18:30:00.000+07:00</published><updated>2009-09-03T18:35:10.363+07:00</updated><title type='text'>New entry</title><content type='html'>Testing of posting and processing..&lt;br /&gt;done.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;test complete.&lt;br /&gt;no error identified.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1548507549354252517-2036807858200255909?l=rock6rock.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rock6rock.blogspot.com/feeds/2036807858200255909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/new-entry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2036807858200255909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1548507549354252517/posts/default/2036807858200255909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rock6rock.blogspot.com/2009/09/new-entry.html' title='New entry'/><author><name>galang galz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08684960709860929512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-NCLFf3WHkMM/TcJ15Zv3t3I/AAAAAAAAAKs/snZcqbhYgSc/s220/cover.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
